Menteri HAM Pastikan Korban Unjuk Rasa di Bandung Ditanggung Pemerintah

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (tengah) mengunjungi kampus Universitas Islam Bandung
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (tengah) mengunjungi kampus Universitas Islam Bandung di Jalan Tamansari 1, Kota Bandung, Kamis (4/9). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai berkunjung ke Bandung, Kamis (4/9/2025).

Ia datang untuk memastikan korban unjuk rasa mendapat penanganan layak serta menjamin kebebasan akademik tetap terjaga.

Pigai berangkat dari Jakarta bersama staf kementerian. Setibanya di Bandung, dia lebih dulu mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk menjenguk mahasiswa yang terluka.

Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Bupati dan Wali Kota Percepat Pemulihan DaerahGeger Ladang Ganja di Blitar, Polisi Temukan 800 Pohon di Halaman Rumah Warga

Menurut Pigai, pemerintah akan menanggung seluruh biaya perawatan hingga pemulihan korban.

“Semua korban yang nanti kita identifikasi, seluruhnya akan ditanggung pemerintah,” tuturnya.

“Mulai dari perawatan sampai dengan pemulihan pasca sembuh, jadi akan menjadi tanggungan pemerintah,” sambung Pigai.

Jaminan biaya perawatan tersebut, kata dia, tercipta setelah kementeriannya berkoordinasi dengan Kementerian Sosial.

Setelah dari RSHS, Pigai melanjutkan kunjungan ke Universitas Islam Bandung (Unisba). Kampus itu menjadi titik evakuasi korban unjuk rasa sekaligus lokasi bentrok aparat dengan massa aksi.

Catatan posko medis Unisba menyebut ada sekitar 274 korban dalam aksi unjuk rasa di Bandung pada 29–30 Agustus dan 1 September 2025.

Di kampus tersebut, Pigai menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga kebebasan akademik.

Baca Juga:Kata Kluivert Pasca Thom Haye dan Eliano Putuskan Gabung Persib!Bangga Eliano Gabung Persib, Ini Pesan Tulus Tijjani Reijnders untuk Bobotoh!

“Saya sebagai Menteri HAM datang ke sini ingin memastikan kebebasan akademik tetap terlestari, kedigdayaan akademik tetap berjalan dalam NKRI,” katanya.

Dia menambahkan negara akan maju jika rakyat memiliki pengetahuan luas, kecerdasan, dan budi pekerti. Selain menjenguk korban luka, Pigai menekankan bahwa hak korban yang ditahan juga harus dijamin.

Dia menyebut sebagian besar pelajar dan mahasiswa tidak berada dalam tahanan. “Saya ingin pastikan proses hukum berjalan berbasis prinsip HAM. Kami juga ingin memastikan hak-hak mereka yang ditahan. Kebetulan rata-rata mereka yang masih sekolah hampir tidak ada dalam tahanan,” ungkapnya.

Dia mengatakan hak ibadah, kebutuhan hidup, dan kesehatan para tahanan harus dipenuhi. Karena itu, dirinya berencana mengunjungi Polda Jawa Barat.

“Kami sudah meminta ke institusi Polri begitu. Mereka yang tak ada delik ya dikembalikan. Sejak kemarin sebagian di Bandung sudah dikembalikan,” katanya.

Menurut Pigai, hal itu juga telah dirinya bahas bersama Kapolri. “Tujuannya agar pelayanan kesehatan untuk mereka yang ditahan dipastikan dalam kondisi sehat dan baik. Jadi mau ingin cek di Polda itu hanya lihat mereka yang ditahan,” ujarnya

0 Komentar