JABAR EKSPRES – Seorang remaja 17 tahun, Damar Putra Nugraha dari Camp Thai Boxing Bandung berhasil membuktikan potensinya di Boys Fight Area (BFA) Series II.
CEO Boys Fight Area, Khilmi Pamungkas mengatakan, sebanyak 58 pertandingan digelar pada BFA Series II, terdiri dari 50 partai amatir, 6 amatir profesional, dan 2 profesional mewarnai jalannya kompetisi.
“Sekitar 2.500 pasang mata menyaksikan bagaimana ring Boys Fight Area Series II berubah menjadi panggung besar bagi para nak muay,” katanya, Rabu (3/9/2025).
Baca Juga:60 Atlet Muaythai Ikuti TC Seleksi PONMuay Thai Cirebon Loloskan Lima Atlet
Khilmi menilai, panggung besar tersebut bukan sekadar gelanggang pertarungan, tetapi merupakan arena tempat mimpi-mimpi ditempa.
Dia menjelaskan, mayoritas peserta berasal dari Kota Bandung, tapi ada juga petarung yang menempuh perjalanan dari Tangerang, Semarang, hingga Bali.
“Dari berbagai sudut, mereka datang membawa semangat yang sama. Ingin dikenal, ingin diakui, ingin menguji diri di bawah cahaya lampu ring,” jelas Khilmi.
“Malam itu, sorotan jatuh pada seorang remaja 17 tahun, Damar Putra Nugraha dari Camp Thai Boxing Bandung,” lanjutnya.
Khilmi menerangkan, dari sudut pandangnya langkah Damar Putra Nugraha masih terbilang muda, tapi teknik dan nyalinya membuat juri sepakat, dialah MVP Amatir.
Sebagai bentuk penghargaan, Damar diapresiasi dengan diberikan tiket emas menuju Thailand untuk berlatih di negeri asal Muaythai.
“Pergi ke Thailand bukan liburan, tapi latihan keras. Harapannya, meski sebentar, pengalaman itu bisa membekas dan kembali ia bagi pada teman-temannya di camp,” terangnya.
Baca Juga:Gelombang Protes Meningkat, Menaker Sebut Ini 3 PR Pemerintah dan Serikat PekerjaMenko Airlangga Klaim Ketahanan Ekonomi RI Terjaga, Benarkah?
Bukan hanya Damar. Ada pula Ramdhani, juara Kejurprov Cirebon, yang sekali tengah membuktikan konsistensinya dengan merebut puncak di final test 4Man Boys Fight Area.
Di kelas profesional, Aditya menorehkan sejarah kecil dengan mempertahankan gelar juaranya sejak BFA I, menumbangkan Renaldi.
Akan tetapi, malam itu juga melahirkan nama baru: Badal, petarung asli Kota Kembang. Dengan gaya bertarung lugas, ia berhasil menaklukkan Victor dan keluar sebagai juara baru.
Banyak yang percaya, Badal bisa tumbuh menjadi role model baru bagi muaythai Bandung, sosok lokal yang bisa menginspirasi anak-anak muda untuk berani naik ring.
BFA Bukan Rival Tapi Wadah
