Ulama dan Forkopimda Sepakat Jaga Kondusivitas Kabupaten Bogor di Tengah Gelombang Aksi

Ulama Bersama Forkopimda Pastikan Kabupaten Bogor Tetap Damai
Ulama besar Forkopimda pastikan Kabupaten Bogor tetap damai/Foto: Istimewa/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Abdul Somad, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas wilayah di tengah maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah.

Pria yang akrab disapa Gus Dul ini menilai, upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama TNI–Polri terbukti efektif. Hal tersebut membuat Kabupaten Bogor tetap kondusif tanpa adanya aksi unjuk rasa besar seperti di daerah lain.

“Kami sangat mendukung dan terkesan dengan Langkah Bupati dan Forkopimda. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat cukup efektif sehingga situasi di Kabupaten Bogor tetap terkendali,” katanya.

Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, BSI Agen Siap Layani Pendaftaran BPJS KetenagakerjaanNarasi Berbeda di UNISBA: Presma Kecam Represif Aparat, Rektor Klaim Gas Air Mata Tak Sasar Kampus

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan cara damai serta menghindari tindakan yang dapat memicu kericuhan.

“Menyampaikan pendapat boleh, tapi harus dilakukan dengan cara damai dan sesuai aturan,” tegasnya.

Sebagai bentuk solidaritas, PCNU Kabupaten Bogor bersama Bupati Rudy Susmanto dan Forkopimda menggelar salat gaib, istighosah, dan doa bersama di Masjid Baitul Faizin pada Senin malam (1/9).

Doa tersebut dipanjatkan untuk almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia dalam aksi demonstrasi di Jakarta.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga mengeluarkan instruksi resmi bernomor 4381/PB.01/A.II.08.47/99/08/2025 tertanggal 30 Agustus 2025.

Instruksi tersebut ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen Drs H. Saifullah Yusuf.

Dalam instruksi itu, PBNU menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan dan loyalitas kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud komitmen kebangsaan.

Baca Juga:Bentrokan di UNISBA: Polisi Salahkan Anarko, Mahasiswa Kecam Represif AparatHojlund Hijrah ke Napoli, Manchester United Lepas dengan Skema Wajib Beli

PBNU juga meminta seluruh PWNU dan PCNU di Indonesia memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat demi meredam masalah dan menciptakan situasi kondusif.

“Kami mengimbau kader dan warga NU agar tidak mudah terprovokasi isu yang menimbulkan kegaduhan, menjauhi segala bentuk tindakan perusakan, serta memperbanyak istighosah untuk keselamatan bangsa,” pungkasnya.

0 Komentar