Fitur Live TikTok Ditutup, Kemendag: Tak Ganggu Perdagangan Digital!

Fitur Live TikTok Ditutup, Kemendag: Tak Ganggu Perdagangan Digital!
Ilustrasi seseorang tengah membuka aplikasi TikTok melalui smartphone. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa penutupan sementara fitur siaran langsung (live) di platform TikTok tidak mengganggu jalannya aktivitas perdagangan digital di Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan transaksi perdagangan tetap berjalan, meski fitur live dimatikan.

“Nggak ada dampaknya, itu kan cuma live ya, live untuk event yang kemarin (demonstrasi). Kalau untuk kegiatan e-commerce tetap berjalan,” ujar Iqbal.

Baca Juga:Anak Muda Dominasi Pasar Modal, Investor RI Tembus 18 Juta!Industri Pengolahan Perkuat Ekspor di Januari-Juli Capai Rp160 Miliar 

Ia juga menjelaskan TikTok tidak bisa melakukan transaksi perdagangan melalui fitur live. Maka, platfrom tersebut bermitra dengan e-commece untuk bisa melakukan transaksi.

“TikTok juga ngga boleh e-commerce kan. Jadi nggak ada dampaknya,” kata Iqbal.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi penutupan fitur live di platform TikTok yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan dan berharap keputusan tersebut tidak berlangsung lama.

Menkomdigi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menekannya, bahwa negara terbuka dan mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk masukan terkait keberadaan fitur live TikTok.

Menurutnya, meski penutupan ini bisa berdampak pada pelaku UMKM yang terbiasa jualan online atau siaran langsung, aktivitas e-commerce tetap bisa berjalan tanpa adanya fitur tersebut.

Meutya juga berharap situasi segera membaik agar para pelaku usaha bisa kembali memanfaatkan platform digital secara optimal.

Pada 30 Agustus 2025, TikTop secara resmi menutup sementara fitur live di Indonesia. Kebjikan tersebut diambil secara sukarela sebagai langkah pengamanan menyusul meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah.

Baca Juga:Gerakan Pangan Murah, Solusi Nyata untuk Rakyat di tengah Gejolak HargaPelayanan Publik di Jawa Tengah Dipastikan Tetap Normal  

Selain itu, TikTok dalam keterangannya menyatakan penutupan dilakukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan sekaligus menjaga platform agar tetap menjadi ruang aman dan beradab bagi seluruh pengguna.

0 Komentar