Gerakan Pangan Murah, Solusi Nyata untuk Rakyat di tengah Gejolak Harga

Gerakan Pangan Murah, Solusi Nyata untuk Rakyat di tengah Gejolak Harga
Sejumlah masyarakat datangi Gerakan Pasar Murah yang digelar di kawasan Kementerian Pertanian, Jakarta. (Foto/ ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah fluktuasi harga pangan yang semakin terasa di masyarakat, kehadiran Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi angin segar. Program ini bukan sekadar kegiatan distribusi bahan pokok, melainkan bentuk intervensi langsung yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa tujuan utama GPM adalah menjaga stabilitas harga, menjamin keterjangkauan pangan serta mengendalikan inflasi nasional.

“Bulog berkomitmen penuh dalam menjalankan fungsi stabilisasi harga dan pasokan pangan. Melalui GPM, masyarakat bisa mengakses beras SPHP dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat daya beli,” kata Rizal.

Baca Juga:Pelayanan Publik di Jawa Tengah Dipastikan Tetap Normal  Usai Kepung Rumah Ahmad Sahroni, Giliran Eko Patrio dan Uya Kuya Diincar Massa

Dalam beberapa bulan terakhir, harga beras menjadi perhatian utama. Untuk merespons kondisi ini, Bulog bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Kementerian Dalam Negeri menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke berbagai wilayah.

Masih berkaitan dengan memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Rizal mengatakan, Bulog bersama sejumlah BUMN pangan seperti Pos Indonesie, Pupuk Indonesia, ID Food, dan Perkebunan Nusantara, menggelar GPM serentak di 7.285 kecamatan di 38 provinsi pada Sabtu (30/8).

“Kegiatan ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk mendekatkan akses pangan murah langsung ke masyarakat,” tuturnya.

Pelaksanaan GPM dipusatkan di Lapangan Kementerian Pertanian Jakarta, serta berlangsung serentak di 44 titik wilayah DKI Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa membeli beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

Pemerintah juga telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras SPHP, yaitu Rp12.500/kg untuk Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Lampung, dan Sumatera Selatan, Rp13.100/kg untuk wilayah Sumatera lainnya, NTT, dan Kalimantan, Rp13.500/kg untuk Maluku dan Papua.

“Hingga 29 Agustus 2029, Bulog telah menyalurkan 287 ribu ton beras SPHP ke seluruh daerah,” sebut Rizal.

Baca Juga:Ricuh! Gedung DPRD Kabupaten Cirebon Diamuk Massa, Sejumlah Fasilitas Rusak ParahRumah Ahmad Sahroni Dikepung Massa, Netizen: Jangan Anarkis, Jangan Dibakar!

Maka, GPM tidak hanya sekadar distribusi pangan murah namun juga instrument penting untuk menekankan gejolak harga, menjaga inflasi, dan memastikan rakyat bisa mendapatkan pangan pokok dengan harga wajar.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan stabilitas harga pangan adalah prioritas utama pemerintah.

0 Komentar