Disdik Bogor Imbau Sekolah dan Orang Tua Waspadai Ajakan Demo Pelajar

Pelajar Diminta Bayar Rp10 Ribu untuk Ikut Demo
Polres Bogor Amankan 197 Pelajar yang hendak ikut dmeo ke Jakarta/Foto : Sandika /jabarekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala SD, SMP, serta pegawai di lingkungan dinas pendidikan sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya isu ajakan demonstrasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam edaran yang diterbitkan pada Minggu (31/8/2025) tersebut, Disdik meminta setiap kepala sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan aparat keamanan, seperti Polsek dan Koramil. Sekolah juga diarahkan untuk menjalin komunikasi aktif dengan komite sekolah dan para orang tua guna mencegah dampak negatif jika terjadi ajakan demonstrasi yang melibatkan pelajar.

“Sekolah diminta memperketat absensi dan melakukan pemantauan langsung. Jika ada siswa yang tidak terdeteksi keberadaannya, sekolah wajib segera melaporkan kepada orang tua maupun aparat setempat,” demikian bunyi salah satu poin dalam edaran tersebut.

Baca Juga:Bersih-Bersih di DPR, Prabowo Umumkan Pemangkasan Tunjangan dan Moratorium Kunjungan ke Luar NegeriLaga Tunda, Persib Gelar Gim Internal Jaga Ritme Jelang Hadapi Persebaya

Selain itu, Disdik Kabupaten Bogor juga menginstruksikan Bidang SD dan SMP untuk melakukan pemantauan secara menyeluruh, termasuk mengaktifkan kembali satuan tugas (satgas) pelajar sebagai upaya pencegahan mobilisasi siswa dalam aksi-aksi di luar kegiatan sekolah.

Sebagai bentuk pendekatan edukatif, sekolah juga diminta menyediakan ruang diskusi atau forum debat bagi para siswa, sehingga mereka dapat menyalurkan pandangan atau aspirasi secara sehat dan bertanggung jawab di bawah bimbingan guru.

“Seluruh pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan, mulai dari pengawas, kepala sekolah, hingga guru, tidak diperkenankan membuat atau menyebarkan status yang bersifat provokatif di media sosial,” tegas edaran itu

Kepala Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana, menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menjaga fokus belajar siswa dan menjauhkan mereka dari aktivitas yang berisiko.

“Kami juga meminta peran aktif dari orangtua untuk melakukan pengawasan terhadap para anak-anaknya agar tidak melakukan tindak-tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain selaku pelajar ketika di luar jam sekolah,” pungkasnya.

0 Komentar