Meski demikian, ada beberapa kekurangan yang cukup disayangkan. Galaxy A17 5G belum memiliki jack audio 3,5 mm, dan kualitas audionya terbatas karena hanya mengandalkan satu speaker.
Baterai
Untuk daya tahan, ponsel ini dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 25W. Sayangnya, adaptor charger dijual terpisah sehingga pengguna perlu membelinya sendiri jika ingin memanfaatkan fitur pengisian cepat tersebut.
Di Indonesia, varian 8/256 GB dibanderol sekitar Rp3,69 juta. Jika dibandingkan dengan ponsel merek Tiongkok, harga ini mungkin terasa sedikit lebih tinggi. Namun bagi penggemar Samsung, banderol tersebut masih tergolong terjangkau, apalagi Samsung tidak menaikkan harga dari generasi sebelumnya.
Baca Juga:Link Rekaman Kamera CCTV Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPRPajak Penghasilan 52 Persen, Mengapa Warga Swedia Tetap Ikhlas Bayar?
Jika dirangkum, kekurangan Galaxy A17 5G cukup terasa, mulai dari refresh rate layar yang masih 90 Hz, kemampuan perekaman video yang terbatas pada Full HD, absennya jack audio 3,5 mm, hingga performa chipset yang hampir sama dengan Galaxy A16 5G.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pertanyaannya: apakah Anda tetap tertarik untuk meminang Samsung Galaxy A17 5G ini?
