Wamenlu Anis Matta Desak OKI Bersatu Tolak Aneksasi Gaza oleh Israel

Wamenlu Anis Matta Desak OKI Bersatu Tolak Aneksasi Gaza oleh Israel
Situasi Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (25/8/2025). (SUMBER FOTO: ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menyerukan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggunakan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk menentang rencana Israel menganeksasi Gaza.

Seruan tersebut disampaikan Anis dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (25/8) waktu setempat.

“OKI perlu mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya untuk menolak dan menghentikan rencana pendudukan penuh Israel atas Gaza serta perluasan permukiman di Tepi Barat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (26/8).

Baca Juga:Emma Raducanu Raih Kemenangan Perdana di US Open Sejak 2021Korea Utara Kecam Pertemuan Puncak Jepang–Korsel yang Dukung Aliansi Trilateral

Anis menegaskan bahwa ambisi “Israel Raya” dan upaya pendudukan total Gaza merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup negara-negara di kawasan. Karena itu, ia menekankan perlunya persatuan serta mekanisme kolektif di antara anggota OKI.

“Seberapa pun lamanya waktu yang dibutuhkan dan sebanyak apa pun pengorbanan yang harus dijalani, Palestina akan senantiasa menjadi jantung yang berdenyut bagi umat ini,” tambahnya.

Selain itu, ia mendorong OKI bekerja sama dengan organisasi internasional untuk segera menghentikan perang serta menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui seluruh jalur yang ada.

Konferensi darurat tersebut digelar sebagai respons atas rencana Israel melakukan pendudukan permanen berskala besar di Palestina, termasuk Gaza. Urgensi pertemuan meningkat setelah PBB melaporkan bahwa Gaza telah berada pada kondisi kelaparan ekstrem.

“Tidak ada yang lebih buruk daripada menjadikan kelaparan sebagai senjata perang dan genosida terhadap saudara-saudara kita di Gaza,” tegas Anis.

Ia juga meminta OKI memanfaatkan momentum perubahan opini global yang semakin mendukung Palestina, dengan mendorong pengakuan internasional atas kemerdekaan Palestina. Anis menambahkan, OKI perlu mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang khusus untuk menghentikan pendudukan Israel.

Konferensi OKI di Jeddah diikuti 43 negara dari total 57 anggota, dengan 21 negara diwakili oleh menteri luar negeri, termasuk Palestina. Pertemuan menghasilkan resolusi yang menegaskan sikap tegas OKI: menolak pendudukan Israel di Gaza, menuntut pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta mendorong negara-negara anggota dan PBB mengambil langkah nyata menghentikan tindakan Israel.

0 Komentar