JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q. Iswara mendorong optimalisasi aset Pemprov Jabar guna mendongkrak pendapatan daerah.
Politikus Partai Golkar itu menguraikan, aset menjadi salah satu instrumen potensial dalam mendongkrak pendapatan. Mengingat jumlah aset Pemprov Jabar yang tidak sedikit.
Jika dikalkulasikan, kata dia, jumlah aset Pemprov dapat mencapai ribuan bidang aset. Di mana aset-aset tersebut belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
Baca Juga:APBD Cimahi Terancam Turun Jika Pemutihan PBB Diberlakukan, Pemkot Harus Cari Sumber Pendapatan BaruPemprov Jabar Bakal Gelontorkan Hibah 515 Motor ke Polda, untuk Tingkatkan Pendapatan Pajak?
“Ini kan kalau bisa dioptimalkan akan meningkatkan Pendapatan daerah. Itu harapan kami,” jelasnya, Selasa (26/8).
Iswara melanjutkan, aset-aset tersebut tersebar di berbagai lokasi dan beragam fungsinya. Ada yang untuk sarana dan prasarana, infrastruktur, hingga fasilitas umum.
Selain aset, Iswara juga mendorong perbaikan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Karena setoran dividen BUMD juga menjadi bagian dalam penerimaan daerah.
Sayangnya saat ini setoran dividen belum optimal. Menurut Iswara, hanya Bank BJB sebagai BUMD yang berkontribusi cukup besar, yang mencapai Rp300 miliar lebih. Sedangkan, BUMD lainnya baru bisa berkontribusi sebesar Rp45 miliar.
“Jadi kalau dihitung, kontribusi BUMD itu ada di angka Rp368 miliar. Itu sangat didominasi Bank BJB. Bisa di angka Rp300 miliar lebih. Yang lain tentu kecil,” jelasnya.
Diketahui BUMD di Jabar tidak hanya Bank BJB, ada 38 BUMD. Mereka bergerak di bidang perbankan, agroindustri, transportasi, minyak hingga penjaminan. “Kami ingin setiap BUMD bisa memberikan kontribusi minimal 5 persen,” jelasnya.
Di sisi lain, aset Pemprov Jabar juga memiliki beberapa tantangan. Salah satunya soal sertifikasi. Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan sempat menjabarkan, setidaknya ada 5.680 bidang aset yang didata.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Respon Santai Soal Realisasi Belanja dan Pendapatan Jabar: Buat Apa Juga Jika Cepat tapi Perjalanan DinasSekda Jabar: Realisasi Belanja dan Pendapatan Kita Justru di Atas Nasional
Dari jumlah itu, yang bersertifikat baru 2.431 bidang, sehingga yang belum bersertifikat ada di angka 3.249 bidang.
Menurut Erwan, Pemprov punya komitmen serius untuk menuntaskan hal tersebut. Targetnya, 2025 adalah 538 bidang bisa tuntas. Kemudian tahun 2026 nanti 1478 bidang dan target 2027 bisa merampungkan 1233 bidang. (son)
