UBK Gelar Program Literasi Kesehatan untuk Cegah Diabetes Melitus di Desa Cibeet Bandung

Dosen dan Mahasiswa Kelompok 21 Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Cibeet Bandung
Dosen dan Mahasiswa Kelompok 21 Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Cibeet RW 11, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. (foto: Ayu)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Universitas Bhakti Kencana (UBK) melalui tim dosen dan mahasiswa melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Peningkatan Literasi Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat untuk Pencegahan Diabetes Melitus pada Masyarakat Lintas Usia” di RW 11 Desa Cibeet, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Diabetes Melitus kini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke dan penyakit jantung (Kemenkes RI, 2023).

Melalui program ini, UBK menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda nasional pengendalian penyakit tidak menular dengan pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas.

Baca Juga:6 Situs Nonton Film Gratis di Indonesia yang Legal, Wajib Dicoba Bagi Pecinta FilmViral Pemuda di Bandung Tewas Dikeroyok Pelajar Pakai Tongkat Baseball, Ini Kronologinya

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung di bulan Agustus bersamaan dengan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa dan merupakan upaya konkret UBK dalam menjawab persoalan rendahnya literasi kesehatan masyarakat terkait pencegahan Diabetes Mellitus (DM).

Berdasarkan hasil kajian dan wawancara dengan masyarakat di RW 11 banyak warga Desa Cibeet yang belum memahami faktor risiko DM.

Masih banyak yang mengonsumsi makanan tinggi gula, jarang beraktivitas fisik, serta minim dukungan keluarga dalam menjaga pola hidup sehat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Anggi Jamiyanti, S.Kep., Ners., M.Kep, dan anggota dosen yaitu Sri Mulyati Rahayu, SKp., MKes, Haerul Imam, S.Kep., Ners., M.Kep, Denni Fransiska Helena, S.Kep., Ners., M.Kep., dan Susan Iarawan, S.Kep., Ners., M.Kep., dengan melibatkan mahasiswa dirancang menyasar seluruh lapisan usia mulai dari remaja, dewasa, hingga lansia.

Tim dosen dan mahasiswa UBK memberikan penyuluhan dengan materi utama:

1. Pengenalan Diabetes, faktor risiko pada berbagai usia, pola makan sehat, gizi seimbang, dan pentingnya aktivitas fisik.

Metode yang digunakan beragam, mulai dari ceramah interaktif, diskusi hingga demontrasi aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk mencegah DM.

“Penyuluhan ini bukanhanya sekadar berbagi informasi, tetapi mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan nyata, seperti mengurangi konsumsi gula dan menambah aktivitas fisik sehari-hari,” ujar Anggi Jamiyanti, S.Kep., Ners., M.Kep., ketua tim pelaksana.

Baca Juga:Kader Posyandu Dapat Penyegaran: Tingkatkan Edukasi dan Pencatatan untuk Cegah StuntingWabup Sumedang Bersama BRAC Bahas Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

2. Selain pemberian penyuluhan juga dilaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan mencegah PTM (Penyakit Tidak Menular), seperti pemeriksaan tinggi badan untukmenghitung IMT (Inteks Massa Tubuh), pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), dan Pengukuran Tekanan Darah.

0 Komentar