Groundbreaking Jembatan Cijeruk, Bupati Bandung: Jadi Ikon Baru dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Groundbreaking Jembatan Cijeruk, Bupati Bandung: Jadi Ikon Baru dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Bandung resmi memulai pembangunan Jembatan Cijeruk di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada Jumat (22/8/2025). Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi memulai pembangunan Jembatan Cijeruk di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung pada Jumat (22/8/2025).

Groundbreaking ini dilakukan setelah sebelumnya jembatan lama yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat ambruk dan dibongkar karena tidak memiliki izin serta membahayakan pengguna.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, jembatan Cijeruk sempat viral ketika ambruk, namun bersyukur tidak ada korban jiwa.

Baca Juga:Gencar Bazar Murah, Pemkot Bandung Klaim Jaga Inflasi dan Dorong UMKMBupati Bandung Tanggapi Dugaan Keracunan di SDN Legokhayam: Program MBG Tetap Jalan, Pengawasan Diperketat

“Saat itu saya langsung instruksikan untuk dibongkar karena sangat membahayakan. Pemerintah daerah pun tidak bisa bertanggung jawab, sebab jembatan itu memang dibangun oleh perseorangan tanpa izin,” kata Dadang saat ditemui.

Meski sempat menuai perdebatan, lanjut Dadang, para pemilik jembatan akhirnya sepakat untuk membongkarnya. Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat akan akses penghubung itu sangat mendesak.

“Kalau menunggu jembatan permanen biayanya bisa Rp50 miliar dan waktunya lama, mungkin baru bisa terealisasi tahun depan atau 2027. Karena itu kita mencari solusi yang lebih cepat,” ujarnya.

Dadang mengungkapkan, pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran Rp6,7 miliar melalui skema e-Katalog dengan masa pengerjaan 120 hari.

Proses tender, kata dia, bisa dilakukan lebih awal karena sudah disetujui dalam APBD Perubahan dan telah melalui evaluasi Gubernur Jawa Barat.

“Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan groundbreaking. Saya berharap pelaksanaannya dikawal oleh semua pihak, termasuk Kapolsek dan Danramil, agar tidak ada pungli. Yang penting fokus pada spesifikasi yang sudah disepakati,” tegasnya.

Menurut Dadang, jembatan ini akan memberi manfaat besar bagi warga di tiga kecamatan, yaitu Bojongsoang, Baleendah, dan Ciparay. Bahkan, desain jembatan yang ramping dengan lebar 2,8 meter dinilai cukup unik.

Baca Juga:Atasi Kerentanan Pangan, Pemkab Bandung Barat Distribusikan 6 Ton BerasEvaluasi Pemilu 2024, KPU Bandung Barat Perkuat Tata Kelola Logistik

“Desainnya dibuat langsung oleh Dinas PUTR dengan melibatkan konsultan. Bahkan pabrikasinya sudah siap, ini dibuat oleh pihak yang biasa membangun jembatan layang. Jadi hasilnya Insya Allah bagus,” katanya.

Lebih jauh, Bupati Bandung menyebut jembatan Cijeruk juga bisa menjadi ikon baru kawasan Bojongsoang.

“Mudah-mudahan bisa jadi ikon, bahkan mungkin jadi tempat selfie. Walaupun tetap hanya diperuntukkan bagi motor, bukan mobil,” ucapnya.

0 Komentar