Gencar Bazar Murah, Pemkot Bandung Klaim Jaga Inflasi dan Dorong UMKM

Warga membeli kebutuhan pokok saat berlangsung bazar pangan murah di Kota Bandung, belum lama ini. Foto: Dimas
Warga membeli kebutuhan pokok saat berlangsung bazar pangan murah di Kota Bandung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung bersama DPRD menggelar Bazar Murah 2025, kali ini di Kecamatan Lengkong. Kegiatan yang berlangsung serentak di 30 kecamatan itu bertujuan menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membuka ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan bazar murah menjadi salah satu upaya menenangkan masyarakat di tengah gejolak harga kebutuhan pokok.

“Alhamdulillah, ini adalah upaya kita untuk menjaga inflasi, menyediakan pangan, dan memberi kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Erwin di lokasi, pada Jumat (22/8).

Baca Juga:Diduga Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta, 4 Pria Ditangkap!Kasus Balita Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Dorong Aktifkan Kembali Posyandu dan Bidan Desa

Selain memantau kegiatan, Erwin berkesempatan menjajal produk UMKM. Ia menyebut kualitas kuliner Bandung diminati hingga luar daerah.

“Soal rasa, UMKM Kota Bandung sudah tidak diragukan. Saya pernah ketemu orang dari Jakarta, main ke Kota Bandung untuk makan cireng. Ongkos mereka lebih mahal daripada harga jajannya,” kata Erwin.

Dia menambahkan, Pemkot Bandung juga menyiapkan program UMKM 130 Kecamatan sebagai wadah inkubasi bisnis. Tahun ini program dimulai di tiga kecamatan dengan target menekan angka pengangguran dari 7,4 persen menjadi 6,4 persen.

“Peserta UMKM akan kita dampingi dengan literasi keuangan, digital marketing, ekonomi kreatif, hingga dukungan permodalan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menuturkan Pasar Murah merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari ritel, distributor, unsur kewilayahan, hingga pelaku usaha.

“Seperti kata Pak Wakil Wali Kota, di Bandung tidak ada kompetisi, yang ada adalah kolaborasi. Pasar Murah ini kami hadirkan untuk memberikan harga terjangkau sekaligus membantu pelaku usaha,” pungkasnya.

0 Komentar