Digitalisasi Meteorologi Pertanian Penting bagi Petani, Wamentan Sebut Ini Alasannya!

Digitalisasi Meteorologi Pertanian Penting bagi Petani, Wamentan Sebut Ini Alasannya!
Ilustrasi sejumlah petani tengah melakukan tanam mundur (tandur). (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai digitalisasi meteorologi sangat penting bagi para petani, guna meningkatkan produksi pangan nasional. Itu disampaikan Sudaryono dalam Pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) periode 2024–2029 di Kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jakarta, Kamis.

“Ilmu meteorologi pertanian harus bisa didigitalisasi dan diakses secara luas, agar para petani, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian lainnya bisa mengambil keputusan yang tepat dalam setiap tahap produksi,” ujarnya, dikutip Jumat (22/8/2025).

Ia juga menyebut bahwa meteorologi pertanian memiliki peran strategis, terutama dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Dengan digitalisasi meterologi pertanian, petani dapat mengakses informasi cuaca secara luas dan tepat sehingga mendukung keputusan produksi yang efisien.

Baca Juga:Genjot Regenerasi Petani, Ratusan Pemuda Banjar Ikuti Sekolah Tani MilenialKebijakan Pro Petani, Mentan Klaim Harga Gabah Naik dan Akses Pupuk Subsidi Meningkat 

Selain itu, ia menilai bahwa pemanfaatan data kondisi cuaca dan iklim, dapat menjadi senjata para petani dalam menghadapi tantangan produksi di tengah perubahan iklim yang kerap terjadi.

Pria yang akrab disapa Mas Dar itu juga mengungkap bahwa terdapat sejumlah elemen penting yang harus terintegrasi dalam upaya modernisasi pertanian. Seperti meteorologi, ilmu tanah, pemupukan, hama hingga benih.

Hal itu, kata dia, karena setiap disiplin ilmu tersebut merupakan faktor X yang akan diolah menjadi satu kekuatan. “Dengan pendekatan yang terintegrasi, produksi pangan nasional bisa kita dorong naik, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Sebagai contoh, ia menyebut pentingnya informasi yang akurat bagi petani, terutama terkait waktu tanam, pemupukan, dan panen. “Misalnya, petani harus tahu bahwa jika menanam padi di minggu ketiga Agustus, maka risiko dan peluangnya apa. Semua itu hanya bisa diketahui dengan data yang presisi.”

Menurutnya, dengan prediksi cuaca yang tepat, para petani Indonesia dapat memaksimalkan hasil pertanian serta menghindari risiko gagal panen.

Kendati begitu, ia menyadari bahwa kondisi cuaca memang tidak dapat dikendalikan. Untuk itu, ia menekankan dengan prediksi yang semakin akurat, kontrol terhadap proses produksi dapat diperkuat.

Selain itu, ia juga memastikan kehadiran BRMP berperan penting dalam mengendalikan aspek teknis pertanian, mulai dari penyediaan benih unggul, pengelolaan irigasi, hingga distribusi pupuk.

0 Komentar