JABAR EKSPRES – Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir, harga bahan pokok masyarakat (bapokmas) di pasar Kota Kembang masih terpantau tetap stabil.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) terus melakukan pemantauan rutin sekaligus menggencarkan pelaksanaan bazar murah di 30 kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyampaikan bahwa hasil pemantauan pihaknya pada pekan lalu menunjukkan tidak adanya lonjakan harga signifikan di sejumlah pasar tradisional.
Baca Juga:Harga Beras Medium Turun, Bulog Bandung Salurkan Ribuan Ton Beras SPHPKejari Kabupaten Bandung Geledah Kantor PT BDS Terkait Dugaan Penipuan dan Korupsi
“Pantauan minggu kemarin masih stabil ya untuk komoditas bapokmas. Ini sedang terus kita pantau dengan kondisi cuaca seperti ini,” ujarnya, Kamis (21/8).
Disdagin mencatat harga-harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, sayuran, dan daging masih dalam kondisi terkendali. Monitoring dilakukan di delapan pasar tradisional utama di Kota Bandung.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kenaikan harga akibat cuaca yang tak menentu, Pemkot Bandung juga terus menggulirkan program bazar murah yang kini telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di kota tersebut.
“Sekarang lagi ada pasar murah di 30 kecamatan. Kemarin kami gelar di Kecamatan Regol, sebelumnya di Cibeunying Kidul,” jelas Ronny.
Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan para distributor dan pelaku ritel menjadi kunci keberhasilan program ini. Di bazar murah tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar. Salah satu komoditas yang paling diminati adalah beras SPHP dari Bulog, yang dilepas seharga Rp60 ribu per 5 kilogram.
“Ini menarik buat para pembeli, terutama ibu-ibu. Selain beras, ada juga telur, sayuran, dan daging. Harganya di bawah harga pasar atau warung,” tuturnya.
Meskipun digelar saat cuaca hujan, minat masyarakat tetap tinggi. Ronny menilai tingginya antusiasme ini menandakan bahwa bazar murah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Baca Juga:Beromset Ratusan Juta Lewat Agen Lion Parcel, Dua Warga Bandung Kini Jadi Juragan Logistik Tiga Gempa Kecil Guncang Bandung Barat dalam Sepekan, Sesar Lembang Bergerak Lagi!
Selain bertujuan untuk mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat, program ini juga menjadi strategi Pemkot dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
“Kami berkoordinasi dengan unsur kewilayahan untuk menentukan lokasi bazar, agar tepat sasaran. Ini juga dalam rangka pengendalian inflasi,” tambah Ronny.
