MTs Negeri Kota Cimahi Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter Siswa Lewat Program Parenting di Era Digital

MTs Negeri Kota Cimahi Perkuat Pendidikan Agama dan Karakter Siswa Lewat Program Parenting di Era Digital
Kepala Sekolah MTS Negeri Kota Cimahi, Rubaitun saat ditemui di Ruang Kerjanya (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – MTs Negeri Kota Cimahi menerapkan sistem parenting sebagai strategi pembinaan dan pengajaran bagi siswa, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Langkah ini diambil untuk mencegah dampak negatif digitalisasi yang berpotensi memengaruhi perilaku remaja tingkat SMP, yang sedang berada pada masa transisi pencarian jati diri.

Kepala MTs Negeri Kota Cimahi, Rubaitun, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama umat Muslim yang berupaya mempertahankan nilai-nilai agama di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Baca Juga:Residivis dan Anggota Geng Motor Terjaring, Polres Cimahi Amankan Puluhan Tersangka NarkobaMTs Negeri Cimahi Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini Lewat Lomba Kreatif HUT ke-80 RI dan Hari Pramuka ke-64

“Anak-anak di masa SMP ini sedang berada pada tahap pencarian jati diri; masa kecil sudah lewat, tetapi belum dewasa. Adrenalin mereka tinggi dan segala sesuatu dicoba,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di sekolah, Jumat (15/8/25).

Menurutnya, pengaruh media sosial dapat menjadi ancaman serius jika tidak diimbangi dengan bimbingan yang tepat.

Meski sekolah memiliki visi untuk memanfaatkan digitalisasi agar siswa tidak tertinggal zaman, Rubaitun menegaskan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas media sosial mereka.

Untuk itu, pihak sekolah menggandeng orang tua melalui program parenting yang dilaksanakan setiap tahun, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran, dan menghadirkan narasumber eksternal.

“Visi utama kita adalah berakhlak, dan ini menjadi tanggung jawab guru sebagai teladan. Dalam parenting, orang tua diingatkan agar mendukung pembelajaran anak hingga sore, menjaga kesehatan, serta mengingatkan tugas-tugas sekolah,” jelasnya.

Rubaitun menekankan, pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah atau keluarga saja, melainkan harus ada sinergi di antara keduanya.

Berdasarkan laporan bagian kesiswaan, ia menyebut tingkat kenakalan siswa di MTs Negeri Cimahi relatif rendah, hanya sebatas kenakalan ringan. Ia menambahkan, guru diharuskan menjadi contoh nyata bagi siswa.

Baca Juga:Harga Beras Turun Drastis! GPM di Cimahi Diserbu WargaBerantas Premanisme, Satgas Gabungan Sisir Wilayah Rawan Kejahatan Malam Hari di Cimahi

“Anak tidak akan percaya jika ucapan guru berbeda dengan perbuatannya,” tegasnya.

Penguatan pendidikan agama juga dilakukan melalui capaian pembelajaran akidah akhlak, fikih, serta program moderasi beragama dari Kementerian Agama untuk mencegah paham ekstrem. Semua program tersebut dianggarkan dan dijalankan secara berkelanjutan.

Selain itu, sekolah menerapkan aturan larangan membawa telepon genggam selama jam pelajaran sebagai upaya mengurangi dampak negatif media sosial.

0 Komentar