”Jadi wajar kalau pembicaraan antar kepala daerah soal menentukan besaran tipping fee ini dulu jadi alot,” jelasnya.
Daddy menyebutkan nilai investasi Legok Nangka cukup tinggi yaitu Rp2,6 triliun. Pemprov Jabar sudah menggelontorkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pengadaan lahan dan pembangunan fasilitas jalan Rp10 miliar.
Sedangkan dana APBN pada 2018 diketahui Rp150 miliar yang dialokasikan untuk lahan penlok seluas 93,5 hektar. Pemprov Jabar juga kembali menganggarkan sebesar Rp 2,1 miliar untuk pengadaan lahan IPAL (Instalasi Pengelohan Air Limbah).
Dewan Sering Kena Prank
Baca Juga:Sudah 3 Periode Gubernur Jabar, TPPAS Legok Nangka Hanya Janji Belaka!TPAS Sarimukti Terus Dipaksa Meski Overload, Walhi Jabar Desak Aktifkan Legok Nangka yang Terkatung-Katung
Politisi Partai Gerindra Jabar mengaku Legok Nangka masih banyak hal teknis yang butuh dituntaskan. Sehingga proses financial close proyek itu tak kunjung berjalan.
“Dugaan kami satu karena butuh kesepakatan lagi soal harga listrik dengan PLN, lalu soal tipping fee juga perlu dibicarakan lagi, ” terangnya.
Kesepakatan soal tipping fee itu kan sudah cukup lama. Hal itu memungkinkan adanya perkembangan harga terkini. Karena itu, pihak yang terlibat butuh duduk bersama lagi, baik dari konsorsium, badan usaha pelaksana, PLN hingga Pemprov. Termasuk kepala daerah yang nantinya mengakses layanan itu, atau pihak yang akan ikut membayar tipping fee.
Daddy membeberkan, berdasarkan informasi nilai harga jual listrik yang diproduksi masih belum ada kesepakatan. Berdasarkan rapat komisi, untuk tahun 1 dan 2 tidak dijual. Namun pihak konsorsium ngotot agar listrik yang dihasilkan dari pembangunan proyek PLTSa di Legok Nangka dijual.
‘’Jadi Ini kan butuh kesepakatan juga dengan pihak PLN,’’ cetus Daddy.
Untuk itu, Komisi IV DRD Jabar akan serius mengawal Legok Nangka. Itu demi tidak kejadian ulang sebagaimana eksekusi TPPAS Lulut Nambo.
“Saya berkali-kali tiap rapat komisi bahkan rapat Badan Anggaran saya ingatkan begini. Tolong konsentrasi di Lulut Nambo itu secara lebih serius. Bahkan saya bilang saya titipkan juga ini Legok Nangka, ” tegasnya.
Baca Juga:Bertemu PT JES, Sekda Jabar Nego Percepat Waktu Konstruksi TPPAS Legok NangkaGroundbreaking TPPAS Legok Nangka Ditargetkan Akhir Tahun, Pjs Bupati : Dukung Penuh, Solusi Penanggulangan Sampah
TPPAS Legok Nangka itu sudah sering ada wacana bakal mulai dibangun, menghadirkan Presiden. Namun kenyataan itu prank. Dua proyek besar terkait penanggulangan sampah ini bakal menjadi batu lompatan penting, untuk melanjutkan ke berbagai proyek penanggulangan sampah di lokasi lainnya.
