“Ini butuh cerita sukses. Itu bekal untuk naik ke proyek selanjutnya. Seperti Cirebon Raya, ” tutupnya.
Upaya Perpanjang Masa Usia TPA Sarimukti
Salah satu alasan yang mendesak TPPAS Legok Nangka agar segera rampung adalah kondisi TPA Sarimukti kian kritis. Pemprov Jabar sepertinya sudah kelabakan untuk mengatur perpanjang masa pakai TPA Sarimukti yang sudah overload itu.
Baru-baru ini Pemprov Jabar melalui DLH telah memasang instalasi berkonsep landfill mining, yakni alat yang diberi nama Grandong. Alat yang merupakan inovasi dari mantan Bupati Banyumas Achmad Husein.
Baca Juga:Sudah 3 Periode Gubernur Jabar, TPPAS Legok Nangka Hanya Janji Belaka!TPAS Sarimukti Terus Dipaksa Meski Overload, Walhi Jabar Desak Aktifkan Legok Nangka yang Terkatung-Katung
Upaya lain adalah memaksimalkan zona 5 TPA Sarimukti, pengiriman sampah juga dilakukan pembatasan. Yaitu hanya bisa menampung 1.500 ton per hari. Dengan begitu, ritase untuk 4 wilayah di Bandung Raya kembali diberlakukan.
Pemandangan di sepanjang jalan menuju TPA Sarimukti kini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu banyak pemulung yang beraktivitas di pinggir jalan, memisahkan sampah organik dan anorganik dari truk yang lewat, kini jalur tersebut terlihat bersih.
Hal ini merupakan hasil penertiban yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu, demi alasan ketertiban, keselamatan, dan kelancaran operasional TPA.
Tidak lagi terlihat gubuk-gubuk sementara, tumpukan karung berisi botol plastik, atau aktivitas memilah barang bekas di sepanjang jalan utama menuju lokasi. Pemukiman Pemulung di Samping Zona 5
Meski sepanjang jalan utama sudah bersih, para pemulung tidak sepenuhnya hilang dari sekitar TPA. Sebagai gantinya, mereka kini bermukim di sebuah area yang terletak tepat di samping Zona 5.
Pemukiman ini dihuni sekitar 40 kepala keluarga (KK), sebagian besar merupakan keluarga yang telah lama bergantung pada aktivitas memulung di TPA Sarimukti. Rumah-rumah mereka terbuat dari material sederhana seperti kayu, seng, dan terpal, berdiri rapat dengan jarak antar bangunan yang sempit.
Gambaran Umum dan Luasan
TPA Sarimukti melayani 4 daerah Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung, dan Kab. Bandung Barat. Dari empat wilayah tersebut, Kota Bandung memperoleh jatah terbesar, yakni 981,31 ton per hari. Sementara Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat masing-masing diberi batas 119,16 ton per hari, dan Kabupaten Bandung mendapat kuota 280,37 ton per hari.
