5 Alasan Merah Putih: One For All Jadi Film Animasi Indonesia Terburuk

Film Animasi Merah Putih: One For All
Film Animasi Merah Putih: One For All
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beberapa hari yang lalu, film animasi Merah Putih: One For All ramai dibicarakan karena trailernya dianggap sangat buruk, dan banyak warganet mempertanyakan kredibilitas pembuatnya.

Sebelum masuk ke alur cerita dari awal hingga akhir, kami ingin memberikan sedikit ulasan. Jujur saja, ini adalah film terburuk yang pernah kami tonton. Kami tidak memahami bagaimana film dengan kualitas seperti ini bisa tayang di bioskop.

Dari segi animasi, kualitasnya sangat buruk. Terlihat jelas bahwa banyak elemen hanya hasil salin-tempel. Objek dan karakter sering kali menembus elemen lain, pergerakannya kaku, dan tidak natural.

Baca Juga:4 Prinsip Membangun Passive Income Agar Bisa Menghasilkan Uang Sambil Tidur NyenyakMasalah Umum Honda Jazz dan Cara Mengatasinya, dari GD3 sampai GK5

Musiknya pun terasa sekali seperti hasil buatan kecerdasan buatan (AI), sementara efek suaranya sangat berantakan. Sebagai contoh, di trailer terdapat gambar burung tetapi efek suaranya justru suara monyet. Hal-hal aneh seperti itu terjadi berulang kali sepanjang film.

Kualitas audio juga tidak konsisten. Ada bagian yang terdengar jernih, ada yang seperti direkam menggunakan headset ponsel, dan ada pula yang seperti direkam langsung lewat mikrofon ponsel. Secara keseluruhan, audio terdengar tidak nyaman.

Suasana film ini terkesan dipaksakan untuk terasa “Indonesia banget”, namun pada kenyataannya tidak. Seolah hanya mengambil aset, menempelkannya, lalu menambahkan gambar JPG atau PNG seperlunya.

Frame rate-nya juga sangat tidak stabil. Kami biasanya tidak pernah memperhatikan frame rate saat menonton film di bioskop. Namun, film ini benar-benar terasa patah-patah, seperti memainkan gim di komputer berspesifikasi rendah dengan 15 FPS atau bahkan 10 FPS. Banyak adegan yang sangat tidak mulus.

Kami memang bukan pembuat film atau kritikus profesional, tetapi menurut kami, semua aspek yang seharusnya mendukung kualitas sebuah film justru gagal total di sini. Film ini berhasil tampil buruk di hampir semua kategori yang ada.

Kejanggalan Film Animasi Merah Putih: One For All

Spoiler alert: jika Anda tidak ingin mengetahui isi film, sebaiknya berhenti membaca. Namun, jujur saja, lebih baik membacanya dari kami ketimbang menonton langsung film ini. Rasanya tidak layak untuk didukung, malu-maluin.

0 Komentar