Perhitungan Budget Film Animasi Merah Putih: One for All Tidak Sampai Miliaran, Ke Mana Sisanya?

Budget Film Animasi Merah Putih: One for All
Budget Film Animasi Merah Putih: One for All
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warganet Indonesia belakangan ramai membicarakan salah satu film animasi nasional yang akan tayang di bioskop, yaitu Merah Putih: One for All. Film ini menuai banyak kritik, bukan karena jalan cerita atau isu yang diangkat, melainkan karena kualitas grafik animasinya.

Sejak trailer dirilis, banyak warganet mengkritik film tersebut karena dinilai terkesan dikerjakan tanpa kesungguhan, bahkan kualitasnya dianggap setara dengan film berteknologi sepuluh tahun lalu. Jika dilihat, kualitas grafis film Merah Putih ini memang bisa dibilang kurang maksimal, apalagi jika dibandingkan dengan film-film animasi Indonesia lainnya.

Pernyataan ini bukan bermaksud membandingkan untuk menjatuhkan pihak tertentu, namun secara visual terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari segi kualitas grafisnya. Terlebih, ketika sebuah karya mengusung nama besar “Merah Putih”, publik tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap film tersebut. Apalagi film ini dikemas sebagai animasi nasional dengan klaim anggaran miliaran rupiah, dibungkus dengan narasi kebangsaan, dan dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.

Baca Juga:Pesan di Balik Bendera One Piece di Indonesia Jelang Perayaan HUT RI ke-80Bocoran Lengkap Infinix Hot 60 Pro Plus, Usung Desain Super Tipis dan Layar AMOLED 144 Hz

Wajar jika kemudian publik menganggapnya sebagai proyek besar yang diharapkan mampu mengangkat martabat industri animasi Indonesia. Ditambah lagi, film ini akan tayang di bioskop, sehingga semestinya kualitasnya dapat memikat penonton dari berbagai aspek.

Kejanggalan Film Animasi Merah Putih: One for All

Namun, dalam pembahasan kali ini kami akan mengkritik film ini dari sudut pandang fenomena sosial. Kami tidak akan membahas aspek estetika, visual, atau alur cerita, karena saat tulisan ini terbit, film animasi Merah Putih: One for All memang belum resmi ditayangkan di bioskop.

1. Budget Tak Sesuai Kualitas

Pertama-tama, jika film ini bertujuan untuk mengangkat makna nasionalisme bangsa, kita tetap perlu memberikan apresiasi. Terlepas dari kualitas visualnya, film ini memiliki tujuan dan sinopsis yang bermakna bagi negara. Dalam mendukung karya anak bangsa, kita sebaiknya tidak bersikap pilih kasih hanya karena kualitas visual. Tidak adil jika kita memuji satu karya, tetapi meremehkan karya lain hanya karena tampilannya. Bagaimanapun, kita tetap perlu menghargai karya anak bangsa, apa pun kualitasnya.

0 Komentar