Perhitungan Budget Film Animasi Merah Putih: One for All Tidak Sampai Miliaran, Ke Mana Sisanya?

Budget Film Animasi Merah Putih: One for All
Budget Film Animasi Merah Putih: One for All
0 Komentar

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang kami temukan. Pertama, anggaran pembuatan film ini mencapai Rp6,7 miliar. Menurut kami, angka tersebut cukup fantastis untuk ukuran produksi film animasi. Mungkin ada animator yang membaca ini dapat memberikan pandangan: apakah anggaran sebesar itu tergolong besar atau normal? Banyak warganet mempertanyakan alokasi dana tersebut karena menganggap kualitas visual Merah Putih: One for All tidak sebanding dengan biaya yang dihabiskan.

Kedua, dari beberapa sumber riset, diketahui bahwa sebagian aset yang digunakan dalam film ini dibeli dari situs penyedia aset berbayar. Artinya, tidak semua animasi dibuat dari awal oleh tim produksi. Bahkan, terdapat satu adegan yang menjadi blunder cukup fatal. Dalam adegan tersebut, terlihat senjata di bagian kiri bawah layar yang sempat menimbulkan kebingungan penonton. Setelah ditelusuri, aset tersebut ternyata aslinya merupakan perlengkapan persediaan senjata militer. Diduga editor tidak menyadari keberadaan detail tersebut sehingga tidak dihapus.

Hal ini bisa dianggap sebagai kesalahan serius karena menyentuh aspek kredibilitas dan profesionalisme produksi. Untuk sebuah film yang mengusung tema nasionalisme dan menghabiskan dana miliaran rupiah, seharusnya hal seperti ini dapat terdeteksi dalam tahap quality control. Adanya kesalahan semacam ini justru memberi kesan bahwa proses pengecekan akhir dilakukan terburu-buru atau bahkan tidak dilakukan sama sekali.

Baca Juga:Pesan di Balik Bendera One Piece di Indonesia Jelang Perayaan HUT RI ke-80Bocoran Lengkap Infinix Hot 60 Pro Plus, Usung Desain Super Tipis dan Layar AMOLED 144 Hz

Sebenarnya tidak masalah jika menggunakan aset berbayar, namun sebaiknya tidak digunakan secara mentah tanpa penyesuaian. Kesalahan ini memberi kesan bahwa film dikejar tenggat waktu demi seremonial semata, tanpa perhatian memadai terhadap detail.

Ketiga, berdasarkan informasi yang kami peroleh, kami cukup terkejut mengetahui bahwa film ini digarap dalam waktu yang sangat singkat, yaitu hanya sekitar satu hingga dua bulan. Menurut kami, durasi tersebut tergolong sangat cepat untuk pembuatan sebuah film animasi. Sebagai perbandingan, film animasi pada umumnya membutuhkan waktu pengerjaan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Jika secara teknis hal ini berhasil, mungkin karena konsep film ini berbeda dari animasi pada umumnya.

2. Durasi Pengerjaan yang Singkat

Sekarang kita masuk ke bagian kritiknya. Film animasi ini mengusung tema nasionalisme, yang terlihat jelas dari sinopsisnya, mendorong persatuan di tengah perbedaan demi satu kesatuan Merah Putih. Dari sini saja sudah tampak bahwa film ini menggunakan simbol nasionalisme dalam pembuatannya. Namun, masalahnya terjadi ketidaksesuaian antara janji dan eksekusi. Dengan hasil visual yang mengecewakan banyak orang, film ini terkesan hanya menjual simbol nasionalisme demi keuntungan, alih-alih berfokus pada eksekusi maksimal.

0 Komentar