Perluas Pasar Ekspor, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia dengan Eropa-AS Capai 100 Miliar Dollar 

Perluas Pasar Ekspor, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia dengan Eropa-AS Capai 100 Miliar Dollar 
Ilustrasi perdagangan Indonesia dengan Eropa dan As yang diperkirakan bisa membantu pertumbuhan Ekonomi nasional. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar ekspor dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimis total perdagangan ekspor impor antara Indonesia dengan Uni Eropa dan Indonesia dengan Amerika Serikat masing-masing dapat mencapai 100 miliar dolar AS per tahun dalam 5-10 tahun mendatang.

Melansir dari ANTARA, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan bahwa saat ini nilai perdagangan antara Indonesia dengan Eropa hampir sama dengan total ekspor imor antara Indonesia dengan AS, meskipun capaian dengan Eropa lebih kecil.

Baca Juga:Bulog Cirebon Perkuat Cadangan Beras Nasional, Petani Antusias Jual Gabah Setelah HPP Rp6.500/kgDorong Akses Pendidikan yang Merata, Menkeu Salurkan Rp327 Miliar untuk Sekolah Rakyat pada Semester I 

Ia menuturkan total perdagangan antara Indonesia dan negara anggota Uni Eropa mencapai 30 miliar dolar AS (sekitar Rp488,9 triliun, kurs 1 dolar AS= Rp16.297,10) per tahun pada 2024.

Angka tersebut hamper mendekati nilai total perdagangan antara Indonesia dan America Serikat yang mencapai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp651,8 triliun).

“Saya ga kaget kalau perdagangan Indonesia-Amerika yang sekarang 40 miliar dolar AS, nanti ke depannya dalam 5 tahun bisa double (menjadi dua kali lipat) ke 80 miliar dolar AS (Rp1.303,7 triliun),” katanya.

Selain itu, ia memperkirakan bahwa total ekspor impor antara Indonesia dengan Amerika Serikat dapat mencapai 100 miliar dolar AS (Rp1.629,71) hingga 10 tahun ke depan.

Terkait nilai perdagangan antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Eropa, ia memprediksikan sama.

“Sama-sama bisa total trade-nya (perdagangan) itu mungkin, menurut saya, dua-duanya itu bisa (meningkat secara) bertahap sampai 5-10 (mendatang) ke 100 miliar dolar AS,” ucapnya.

Kadin mengapreasi upaya pemerintah dalam menegosiasikan tarif resiprokal AS dan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dalam waktu bersamaan untuk mengamankan potensi pasar yang besar di kedua kawasan tersebut.

Baca Juga:1.000 Angkot Telah Dipasang Stiker Larangan Mengamen, Dishub Kota Bogor Targetkan Tuntas di 2025Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bertemu, Jalani Tes DNA di Bareskrim Polri

“Jadi ini sambil menyelam minum air (melakukan dua pekerjaan atau mencapai dua tujuan dakam satu waktu). Sambil menyiapkan (negosiasi) tarif (resiprokal) Trump, menyiapkan juga (finalisasi) IEU-CEPA,” imbuhnya.

IEU-CEPA sendiri diharapkan akan meningkatkan ekspor Indonesia hingga 50 persen dalam tiga tahun setelah implementasi penuh.

Perjanjian ini membuka peluang bagi produk-produk unggulan nasional untuk memasuki pasar Eropa dengan hambatan tarif yang lebih rendah, serta mendorong penguatan standardisasi dan daya saing industri lokal.

0 Komentar