Penghubung 3 Daerah di Desa Sariwangi Rusak dan Tanpa PJU, Warga Desak Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan

Penghubung 3 Daerah di Desa Sariwangi Rusak dan Tanpa PJU, Warga Desak Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan
Kondisi jalan penghubung tiga daerah di Jalan Terusan Gegerkalong Hilir, RW 07 dan RW 08, Desa Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, rusak dan gelap tanpa PJU. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Permasalahan minimnya penerangan jalan umum (PJU) dan kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan di kawasan perbatasan tiga wilayah, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Jalan Terusan Gegerkalong Hilir, RW 07 dan RW 08, Desa Lembur Tengah, Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, dikeluhkan warga.

Kawasan yang dikenal sebagai jalur alternatif strategis penghubung tiga daerah tersebut, setiap harinya dilintasi kendaraan roda dua, roda empat, bahkan kendaraan berat seperti truk, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.

Namun demikian, kondisi fasilitas penunjang keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut dinilai jauh dari memadai, khususnya pada malam hari.

Baca Juga:Dishub Bandung Barat Siapkan Aplikasi Ladang untuk Aduan Kerusakan JalanPuluhan Miliar untuk PJU-PJL, Warga Bandung Masih Teriak Gelap! 

Hanif Alfarizi (21), warga setempat yang berprofesi sebagai montir, mengungkapkan jalan tersebut menjadi sangat gelap saat malam hari karena tidak dilengkapi dengan PJU.

“Ya kalau malam hari di sini itu gelap banget, bahkan penerangan pun hanya dari rumah warga yang terhitung jari dan dari cahaya kendaraan yang lewat,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres, Kamis (7/8/2025).

Hanif menuturkan, selain ketiadaan lampu jalan, kondisi jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut juga rusak dan memiliki sistem drainase yang kecil dan tidak memadai.

Hal ini menyebabkan kawasan tersebut kerap tergenang air, bahkan hingga masuk ke dalam tempat usahanya ketika hujan deras turun.

“Waktu hujan besar sempat air meluap ke dalam (bengkel), bahkan warung sebelah bengkel saya pun terkena imbasnya,” keluhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Santoso (36), warga lainnya yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi kecelakaan lalu lintas akibat ketiadaan penerangan jalan di malam hari.

“Intinya takut kecelakaan saja, soalnya kan ruas jalan juga agak sempit terus dua arah, dari Sariwangi menuju Bandung. Kalau malam hari, dengan kondisi gelap seperti ini takutnya terjadi tabrakan,” ujarnya.

Baca Juga:Proyek PJU-PJL Telan Dana Milian Rupiah, Program Pemkot 'Bandung Caang' Hanya Wacana!Puluhan Miliar untuk PJU-PJL, Warga Bandung Masih Teriak Gelap! 

Lebih lanjut, Santoso menilai bahwa kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan licin akibat genangan air, serta sempitnya saluran drainase yang kerap tersumbat, memperparah situasi.

Menurutnya, kawasan tersebut seolah-olah tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, meskipun merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai wilayah.

0 Komentar