“Mencegah lebih murah dan tetap menjaga kelestarian alam. Maka, pemanfaatan teknologi, seperti citra satelit dan patroli drone harus dimaksimalkan,” jelas Sulaiman.
Sulaiman juga mengatakan bahwa selain diperlukannya anggota yang kompeten, warga setempat juga perlu memiliki edukasi dasar atas karhutla. Sosialisasi tersebut juga perlu melibatkan tokoh adat dan agama untuk meyakinkan warga.
“Api bisa membakar hutan dalam sehari, tapi butuh puluhan tahun untuk menumbuhkannya kembali. Maka, siapa pun yang mencegah api hari ini, berarti dia adalah penyelamat generasi esok,” pungkasnya. (Mega Valuta/Magang)
