Menilik Dapur Sehat di Kota Bandung, Dicanangkan Tekan Stunting

Menilik Dapur Sehat di Kota Bandung, Dicanangkan Tekan Stunting
Warga berjalan membawa tanaman saat Gebyar Dapur Sehat Atasi Stunting di Tamansari Laswi City di Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (6/8). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan dapur sebagai titik mula untuk mencegah stunting.

Lewat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), pemkot mengajak keluarga kembali memperhatikan pola makan dari rumah.

Program ini ditampilkan dalam gelaran Gebyar Dashat, Rabu (6/8), di pelataran Tamansari Laswi City, Jalan Sukabumi. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat Kota Bandung.

Baca Juga:Remaja Dikeroyok di Depan Botani Square Bogor, 4 Pengamen jadi TersangkaMutasi Polri, Kombes Ade Sapari Gantikan Surawan sebagai Dirkrimum Polda Jabar

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyebut Dashat sebagai bentuk intervensi nyata yang dimulai dari keluarga. “Kesehatan anak dimulai dari dapur. Lewat pola makan yang seimbang, keluarga bisa mencegah stunting sejak dini,” katanya.

Kegiatan ini tak hanya menampilkan seremoni. Di lokasi, puluhan kelompok usaha keluarga dari berbagai kecamatan memamerkan produk unggulan. Ada juga lomba memasak sehat, senam lansia, hingga kampanye isi piringku yang digelar terbuka.

Pemerintah menggandeng berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader PKK, penggerak keluarga berencana di tingkat kelurahan, hingga pelaku UMKM.

Direktur Utama WIKA Realty turut hadir sebagai perwakilan dunia usaha yang ikut ambil bagian.

“Kesehatan anak dimulai dari dapur. Melalui pola makan seimbang dan menu yang bergizi, keluarga bisa mencegah stunting sejak dini,” tandasnya.

Bersamaan, menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Anhar Hadian, Dashat merupakan bagian dari langkah menuju Zero New Stunting di kota ini.

Pelaksanaan Dashat melibatkan kader pemberdayaan keluarga seperti PKK, PPKBD, sub-PPKBD, serta pengelola Kampung Keluarga Berkualitas di tingkat kelurahan.

Baca Juga:Jelang HUT RI ke-80, Warga Bandung Barat Dilarang Galang Dana di Jalan!Main Harga dan Kualitas, Mafia Beras Diringkus di Empat Daerah Jabar

Sekitar 30 kelompok UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) dari seluruh kecamatan di Kota Bandung turut menampilkan produk-produk unggulan dalam kegiatan ini.

Dirinya menyebut keterlibatan keluarga sebagai kunci utama. “Sekarang waktunya kembali pada peran dasar, keluarga sebagai pengasuh utama generasi yang sehat,” tuturnya.

Reporter: Muhammad Nizar

0 Komentar