Arip menyatakan tidak merasa bersalah atau takut. “Kenapa harus takut? Takut kan timbul karena melakukan hal salah. Emang saya melakukan apa? Saya meresahkan publik?”
Dia mulai mengikuti One Piece sejak 2016, termasuk membaca manga-nya. Menurutnya, pengibaran bendera bajak laut bukan soal politik. Justru ini menjadikan Indonesia tidak baik-baik saja, hal semacam bendera masih diributkan.
Dia juga mempertanyakan prioritas perhatian pemerintah terhadap sejumlah isu krusial. “Indonesia hari ini kacau menurut saya. Skor PISA 10 tahun terakhir turun. Masih banyak korupsi dan kemiskinan. Malah kenapa ngurusin bendera One Piece,” sesalnya.
Baca Juga:Dukung Penuh Perbaikan Jalan, Bupati Bogor Apresiasi Aksi Cepat DPUPRPerkuat Kelembagaan DPRD, ADPSI Mantapkan Struktur dan Rencana Kerja 2025–2029
Dirinya menyebut pengibaran bendera itu sebagai pengingat. “Kebebasan bukan kayak gini. Aneh aja. Bisa jadi nanti yang suka K-Pop bisa diberi label makar,” pungkasnya.
