Korea Selatan Copot Pengeras Suara Propaganda demi Redakan Ketegangan dengan Korea Utara

Korea Selatan Copot Pengeras Suara Propaganda demi Redakan Ketegangan dengan Korea Utara
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/ASphotofamily)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Militer Korea Selatan pada Senin resmi mulai mencopot pengeras suara propaganda yang sebelumnya dipasang di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan antar-Korea, seperti disampaikan oleh Kementerian Pertahanan dalam keterangan resminya.

Keputusan tersebut muncul kurang dari dua bulan setelah Presiden Lee Jae-myung memerintahkan penghentian siaran dari pengeras suara yang mengarah ke wilayah Korea Utara. Instruksi itu diberikan pada 11 Juni lalu, sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki hubungan yang memburuk antara kedua Korea.

“Ini adalah langkah praktis yang dapat membantu meredakan ketegangan antar-Korea tanpa memengaruhi postur kesiapan militer,” demikian pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang disampaikan kepada para jurnalis.

Baca Juga:Kapal Tenggelam di Lepas Pantai Yaman, 55 Migran Afrika TewasCarlos Canizales Tumbangkan Panya Pradabsri Lewat KO di Ronde Kelima dan Rebut Gelar WBC

Kebijakan pencopotan ini juga menyusul insiden pengiriman balon berisi sampah oleh Korea Utara yang melintasi perbatasan dan memicu respons dari pihak Seoul. Sebagai tanggapan atas aksi tersebut, pemerintah Korea Selatan sempat kembali mengaktifkan siaran melalui pengeras suara pada Juni tahun lalu—untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.

Sebelumnya, kampanye pengeras suara telah digunakan secara sporadis sejak uji coba nuklir keempat Korea Utara pada tahun 2016. Penggunaan pengeras suara ini selama bertahun-tahun menjadi simbol konfrontasi psikologis antar kedua negara.

Pada tanggal 11 Juni, sebelum pemberitahuan resmi dari Kantor Kepresidenan, militer Korea Selatan telah menghentikan siaran tersebut. Juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung menyatakan bahwa Presiden Lee secara langsung memerintahkan penghentian siaran tersebut, yang berlaku efektif mulai pukul 14.00 waktu setempat.

“Presiden telah menginstruksikan otoritas militer untuk menghentikan siaran pengeras suara yang dipasang di wilayah garis depan yang diarahkan ke Korea Utara, efektif pukul 14.00 hari ini,” jelas Kang.

Penghentian siaran ini sekaligus menjadi bagian dari janji kampanye Presiden Lee saat mencalonkan diri dalam pemilu yang dimenangkan pada 3 Juni lalu.

“Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memulihkan kepercayaan dalam hubungan antar-Korea dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea,” tambahnya.

0 Komentar