Dengan berbagai faktor tersebut, jelas bahwa BYD sangat diuntungkan oleh kondisi pasar EV saat ini. Terlebih lagi, BYD cukup cermat dalam memanfaatkan kebijakan pemerintah yang berlaku, sehingga mampu menawarkan harga yang sangat kompetitif, bahkan terkesan terlalu murah.
Dengan kondisi seperti ini, apakah BYD Atto 1 layak disebut sebagai pengganggu pasar EV entry-level di Indonesia? Jawabannya tentu saja ya.
Berdasarkan data yang dibagikan tenaga penjual dan calon konsumen di forum Wuling EV, yang memperlihatkan betapa besar diskon yang diberikan Wuling pasca kehadiran BYD Atto 1. Contohnya, Wuling Air EV varian Standard Range (EV 200) yang sebelumnya dibanderol Rp216 juta kini didiskon menjadi Rp170 juta. Varian Long Range (EV 300) yang awalnya Rp253 juta dipotong menjadi Rp180 juta. Bahkan versi sewa jangka panjang (EV Long Rent) yang semula seharga Rp310 juta kini dijual hanya Rp195 juta.
Baca Juga:12 Kode Promo tiket.com Agustus 2025 Spesial Kemerdekaan Bertabur Diskon42 Kode Promo Traveloka Agustus 2025 Bertabur Diskon Merdeka
Yang lebih mengejutkan, Binguo 410 yang awalnya dijual Rp414 juta kini ditawarkan hanya Rp250 juta, dan varian Binguo 333 AC/DC yang sebelumnya dihargai Rp364 juta kini bisa dibeli dengan Rp195 juta. Ini adalah pemotongan harga yang sangat signifikan, dan jelas menunjukkan bahwa Wuling sedang kewalahan menghadapi persaingan dari BYD.
Diskon besar-besaran ini juga terasa merugikan konsumen yang telah membeli mobil Wuling sebelumnya dengan harga normal, apalagi jika pembelian dilakukan melalui skema kredit jangka panjang. Bayangkan, baru beberapa bulan memiliki kendaraan, lalu harganya turun lebih dari Rp100 juta, tentu sangat mengecewakan.
Menariknya, bukan hanya Wuling yang terdampak. Beberapa produsen EV lain yang memiliki spesifikasi serupa dengan BYD Atto 1 juga mulai menurunkan harga jual mereka. Ini menunjukkan bahwa bahkan sebelum peluncuran resminya, BYD Atto 1 sudah berhasil mengganggu stabilitas harga di segmen EV entry-level. Setelah resmi dirilis, harga-harga mobil listrik di segmen ini pun turun drastis.
Jika harga baru saja sudah merosot tajam, harga pasar mobil bekasnya tentu lebih parah lagi. Sebagai contoh, Wuling Air EV tahun 2022 saat ini hanya dihargai sekitar Rp109 juta (nego) di berbagai marketplace, bahkan itu diposting pada 19 Juli lalu, saat diskon belum sebesar sekarang. Dengan harga barunya saat ini hanya Rp170 juta, kemungkinan harga bekasnya bisa jatuh ke kisaran Rp70 jutaan.
