JABAR EKSPRES – Tahun 2024 dan 2025 menjadi periode yang cukup menentukan bagi perkembangan mobil listrik (EV) di Indonesia. Mengapa demikian? Karena pada tahun-tahun ini, pasar otomotif Indonesia seolah-olah didorong untuk meyakini bahwa mobil listrik lebih unggul dan menarik dari berbagai aspek, mulai dari perawatan, penggunaan sehari-hari, hingga efisiensi.
Strategi tersebut ternyata cukup berhasil. Pengguna kendaraan listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan, baik di tahun lalu maupun di awal tahun ini. Namun, muncul pertanyaan, mengapa masyarakat Indonesia kini mulai tertarik menggunakan mobil listrik, padahal sebelumnya banyak keraguan terhadap teknologi ini? Apakah karena keberhasilan strategi branding dan kampanye yang masif?
Jawabannya, sebagian besar memang karena strategi tersebut berhasil. Namun, ada satu faktor penting lain yang sangat berpengaruh, yaitu harga.
Baca Juga:12 Kode Promo tiket.com Agustus 2025 Spesial Kemerdekaan Bertabur Diskon42 Kode Promo Traveloka Agustus 2025 Bertabur Diskon Merdeka
Penyebab BYD Atto 1 jadi Mobil Listrik Murah Terfavorit
Indonesia merupakan pasar otomotif yang besar, namun sangat sensitif terhadap harga. Hal ini terjadi karena kuatnya budaya “mending-mending” di kalangan konsumen, misalnya, “daripada beli ini, mending beli itu.” Namun, seiring harga mobil listrik yang kian terjangkau dari tahun ke tahun, pola pikir tersebut mulai berubah. Ketika harga sudah sesuai dengan ekspektasi, banyak konsumen langsung memutuskan untuk membeli tanpa banyak pertimbangan lagi.
Salah satu pemicu lonjakan minat ini adalah kehadiran mobil listrik yang dijual dengan harga di bawah Rp200 juta. Ya, mobil tersebut adalah BYD Atto 1. Lalu, mengapa mobil ini bisa dijual semurah itu? Dan apakah mobil ini akan menjadi pengganggu pasar EV di Indonesia?
Pertama, mari kita bahas alasan di balik harga yang kompetitif. BYD memang menargetkan Atto 1 sebagai mobil listrik entry-level. Mobil ini dibangun di atas platform e-Platform 3.0, sama seperti model BYD lainnya. Namun, penggunaan komponen yang lebih sederhana menjadi strategi untuk memangkas biaya produksi secara signifikan.
Jika kita lihat spesifikasinya, BYD Atto 1 memiliki dimensi yang cukup ringkas, dengan panjang hanya 3.959 mm dan lebar 1.720 mm. Daya motor magnetiknya juga tergolong standar, yakni 55 kW atau sekitar 75 tenaga kuda, dengan torsi maksimum 135 Nm. Artinya, mobil ini bukanlah EV dengan performa tinggi, namun lebih ditujukan sebagai kendaraan listrik yang efisien, terjangkau, dan fungsional untuk penggunaan harian.
