Meskipun demikian, jika dilihat dari spesifikasinya, mobil ini sudah cukup memadai untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan. Namun, untuk medan menanjak seperti di daerah pegunungan, hampir dapat dipastikan performanya akan kurang optimal.
Salah satu faktor utama yang membuat mobil ini memiliki harga terjangkau adalah kapasitas baterainya yang relatif kecil. Varian standar mobil ini menggunakan baterai Blade LiFePO₄ berkapasitas 30,08 kWh. Meskipun terdengar kecil, jangkauan yang dapat ditempuh mencapai 300 km. Sementara itu, varian premiumnya dilengkapi dengan baterai berkapasitas 38,88 kWh dengan klaim jangkauan hingga 380 km.
Menariknya, BYD Atto 1 bisa dikatakan sebagai model paling dasar dari lini kendaraan listrik BYD. Namun jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Wuling Air EV, Atto 1 tampak jauh lebih unggul. Wuling Air EV justru menggunakan baterai berkapasitas hanya 17 kWh hingga 26,7 kWh, tergantung variannya, dengan jangkauan hanya sekitar 200–300 km. Yang lebih mengejutkan, harga Wuling Air EV justru lebih mahal dibanding Atto 1. Hal ini membuat perbandingan tersebut terlihat seperti penghinaan terhadap Wuling, harga lebih tinggi, tetapi spesifikasi lebih rendah.
Baca Juga:12 Kode Promo tiket.com Agustus 2025 Spesial Kemerdekaan Bertabur Diskon42 Kode Promo Traveloka Agustus 2025 Bertabur Diskon Merdeka
Kondisi inilah yang menyebabkan begitu BYD Atto 1 resmi meluncur, Wuling Air EV langsung diberikan diskon besar-besaran. Meskipun sebelumnya juga sempat didiskon, kali ini besaran diskonnya jauh lebih signifikan. Namun, pembahasan soal dampaknya terhadap kompetitor akan dibahas pada bagian terpisah. Saat ini, fokus kita adalah mengapa mobil ini bisa dijual dengan harga sangat kompetitif.
Faktor lain yang membuat BYD Atto 1 bisa dijual murah adalah karena produksinya sudah dilakukan secara massal di Tiongkok. Artinya, seluruh proses produksi, distribusi, dan komponen sudah siap, tanpa perlu riset dan pengembangan (R&D) tambahan. Hal ini menciptakan skala ekonomi yang besar dan efisien.
Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah juga berperan penting dalam menurunkan harga jual kendaraan listrik. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, kendaraan listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% berhak mendapatkan insentif PPN (DTP) sebesar 10% serta diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 15%. Menariknya, BYD Atto 1 dikabarkan telah memenuhi persyaratan TKDN tersebut, sehingga berhak mendapatkan insentif pajak tambahan. Hal ini tentu semakin menurunkan harga jual secara signifikan.
