JABAR EKSPRES – Para pecinta kartun terkhusus Upin & Ipin, tentunya perilisan game Upin & Ipin jadi angin segar, namun sayangnya ada beberapa kontroversi pada game ini yang menyebabkan pemboikotan.
Meski menjadi sorotan tajam di kalangan gamer Malaysia dan Indonesia, game ini justru menghadapi gelombang boikot yang cukup besar. Gerakan boikot ini muncul akibat sejumlah faktor krusial, mulai dari harga game yang dianggap tidak sebanding, masalah teknis di dalam game, hingga kontroversi seputar perlakuan terhadap karyawan dan konten kreator.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari para pemain yang awalnya berharap banyak terhadap produk berbasis IP populer Upin & Ipin tersebut. Jika kamu penasaran mengapa game Upin & Ipin diboikot, mari simak disini!
Baca Juga:5 Konsol Terbaik untuk Main Game Upin dan Ipin Universe dengan Gambar Super Jernih, Petualangan Makin Hidup!Upin Ipin Universe Resmi Rilis! Begini Cara Download di Semua Platform
Harga Game yang Dianggap Terlalu Mahal
Pemicu utama boikot terhadap Upin & Ipin Universe adalah harganya yang dinilai terlalu tinggi. Game ini dijual seharga sekitar 170–177 ringgit Malaysia atau setara dengan Rp650.000. Game ini memiliki konten sederhana dan kurang memuaskan, sehingga harga tersebut terbilang mahal.
Banyak gamer membandingkan harga ini dengan game AAA lain yang menawarkan grafis, gameplay, serta durasi permainan yang jauh lebih baik, namun dengan harga serupa.
Menurut banyak pemain, Upin & Ipin Universe terasa seperti game kelas menengah atau bahkan indie dalam hal kualitas dan fitur. Namun harga yang dipatok membuat ekspektasi publik sangat tinggi.
Masalah Bug dan Gangguan Teknis
Isu teknis dalam game menjadi salah satu alasan paling banyak disebut oleh para gamer yang memilih untuk tidak melanjutkan permainan. Pengguna melaporkan berbagai bug seperti karakter yang terjebak di dalam objek, animasi yang patah-patah, penurunan frame rate secara drastis, hingga crash yang terjadi berulang kali.
Masalah-masalah ini membuat pengalaman bermain terasa tidak nyaman dan jauh dari standar kualitas game modern. Hal ini sangat disayangkan mengingat Upin & Ipin Universe merupakan game resmi dari IP animasi yang sangat populer di kawasan Asia Tenggara.
Kontroversi Perlakuan Terhadap Karyawan
Tak hanya dari sisi teknis, boikot juga dipicu oleh kontroversi di balik proses pengembangan game. Streamline Studios, selaku pengembang, dituding melakukan pelanggaran etika terhadap karyawannya.
