Kontra dengan Kebijakan Gubernur Demul, Farhan: Study Tour Boleh Dilaksanakan!

Kontra dengan Kebijakan Gubernur Demul, Farhan: Study Tour Boleh Dilaksanakan!
LAKUKAN PROTES: Massa yang tergabung dalam P3JB membawa poster saat aksi cabut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang study tour di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/7). (Foto: DIMAS RACHMATSYAH/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Adanya kebijakan pelarangan study tour yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sejauh ini, tidak 100 persen disepakati oleh seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten/kota.

Menanggapi kebijakan kontroversial itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan justru bertolak belakang dengan kebijakan gubernur.

Farhan berpendapat bahwa, kegiatan study tour boleh saja dilaksanakan. Asalkan tidak boleh memaksa orang tua dan bersikap sukarela.

Baca Juga:Imbas Larangan Study Tour, 13 Ribu Pekerja Terancam Nganggur!SGDLF 2025 Kembali Digelar, Debat Hukum dan Legal Opinion jadi Sorotan 

“Jadi mau itu study tour, mau itu wisuda, apapun itu, bentuknya harus sukarela,” kata dia.

Akan tetapi, jika kegiatan tersebut bersifat memaksa dan dikaitkan dengan akademik maka orang nomor satu di Kota Bandung ini tak segan-segan akan datangi sekolahnya.

Menurut Farhan, sejauh ini Pemkot melalui Dinas Pendidikan membuka ruang seluas-luasnya untuk menyelenggarakan kegiatan edukatif. Selama tidak membebani orangtua.

Disinggung mengenai bentuk pengawasan, Farhan lebih menekankan prinsip utamanya yakni kegiatan tidak boleh dikaitkan dengan nilai akademik.

Bentuk pengawasan bukan saja terletak dari tanggung jawab Pemkot, Dinas Pendidikan, atau komite sekolah. Tapi bentuk tanggung jawab orang tua dan semua pihak.

“Bandung ini kota terbuka. Terbuka itu artinya masuk boleh, keluar juga boleh,” katanya.

Bupati Bandung Tidak Melarang

Kegiatan tersebut tidak perlu terlalu dibesarkan, selama pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan sekolah dan memberikan manfaat edukatif bagi siswa.

Baca Juga:Miris! Tertemper Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Penjual Mainan Keliling Meninggal di TempatJoran dan Rakit Warnai Saguling Water Fest 2025, Jadi Magnet Baru Wisata Bandung Barat

Study tour yang jelas disesuaikan dengan kebutuhan sekolah,” ujar Dadang saat ditemui usai kegiatan panen raya di Kecamatan Dayeuhkolot, Jumat (25/7).

Menurutnya, study tour seharusnya tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini bisa menjadi sarana pembelajaran langsung di luar kelas, terutama dalam hal sejarah dan wawasan kebangsaan.

“Selama orang tuanya sepakat dan ada manfaat dalam konteks pengalaman. Karena study tour itu bukan hanya hiburan, tetapi ada manfaat, terutama dalam edukasi sejarah,” jelasnya.

Dadang menekankan pentingnya memberikan pengalaman yang berkesan bagi siswa, misalnya dengan mengunjungi situs-situs bersejarah seperti Monumen Nasional (Monas) atau tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia.

0 Komentar