JABAR EKSPRES – Kelegaan akhirnya dirasakan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan tutor di Kota Banjar. Setelah menunggu selama dua bulan, honor mengajar untuk periode Mei dan Juni 2025 akhirnya cair pada Kamis (24/7/2025). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Dedi Suardi.
Dedi Suardi menjelaskan bahwa akar masalah keterlambatan pembayaran honor tersebut terletak pada belum turunnya Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan dari pemerintah pusat. Dana inilah yang dialokasikan khusus untuk membayar honorarium para pendidik PAUD tersebut. “Sudah dibayarkan dua bulan (Mei-Juni),” tegas Dedi Suardi saat dikonfirmasi Jumat (25/7/2025).
Ia mengonfirmasi bahwa proses pembayaran untuk dua bulan tersebut telah selesai dilaksanakan. Namun, cerita keterlambatan ini bukan kali pertama terjadi di tahun 2025. Mia Yuliana, salah satu guru PAUD Cempaka 1 di Desa Karyamukti, mengungkapkan bahwa masalah penunggakan honor sebenarnya sudah berlangsung sejak Januari lalu. Ia menceritakan bahwa sebelumnya, selama setahun kebelakang, pembayaran honor berjalan lancar setiap bulannya langsung ke rekening. “Sejak Januari, ada penunggakan hingga bulan April. Karena mau Lebaran, sempat cair tapi hanya satu bulan saja. Tahap kedua untuk periode Februari hingga April baru dibayar bulan Mei,” papar Mia.
Baca Juga:3,65 Juta Warga Jabar Masih Miskin, Angka Pengangguran di Kota Jadi SebabnyaSungai Cisadane Dipenuhi Buih Putih, DLH Bogor Ambil Sampel Air untuk Uji B3
Sayangnya, setelah pembayaran Mei untuk periode Februari-April, masalah serupa terulang. Mia menjelaskan bahwa untuk periode Mei hingga Juli ini, ia dan rekan-rekannya kembali mengalami keterlambatan penerimaan honor selama tiga bulan. “Kami tidak menerima informasi apapun terkait alasan keterlambatan kali ini. Mungkin efek efisiensi seperti pada bulan Januari lalu, tapi pastinya hingga kini honor belum cair,” imbuh Mia.
Besaran honor yang diterima pun menjadi sorotan. Mia mengaku menerima honor sebesar Rp400.000 per bulan sebelum dipotong pajak dan biaya admin Bank. “Paling bersihnya kami menerima honor sekitar Rp350 ribuan. Gak seberapa sih tapi buat guru PAUD seperti kami ya itu sangat berharga, apalagi saya masih kuliah dan honor tersebut untuk menambah biaya kuliah,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Rizky Padilah, seorang tenaga honorer di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang juga terdampak keterlambatan. Ia mengaku honor untuk tiga bulan terakhir belum diterima. “Saya pegang empat kelas dan per bulannya upah honor yang saya terima sekitar Rp700 ribuan,” sebut Rizky.
