Sungai Cisadane Dipenuhi Buih Putih, DLH Bogor Ambil Sampel Air untuk Uji B3

Sungai Cisadane Bogor Dipenuhi Buih Putih, Foto Sandika Jabar Ekspres
Sungai Cisadane Bogor Dipenuhi Buih Putih, Foto Sandika Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dugaan pencemaran limbah di aliran Sungai Cisadane, tepatnya di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, tengah diselidiki oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Kamis (24/7), DLH bersama Satpol PP dan pihak kepolisian turun langsung ke lokasi untuk mengambil sampel air guna uji laboratorium.

Pelaksana UPT DLH Parung, Sudrajat, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pengambilan sampel air untuk diuji kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Hari ini kami ambil sampel air untuk diuji di laboratorium B3, agar bisa diketahui kandungan zat yang mencemari sungai,” ujarnya.

Baca Juga:Menara BTS Berdiri Tanpa PBG Dinilai Ilegal, Satpol PP Sumedang Harus Lakukan IniDugaan Korupsi Mobil Lab COVID-19, Dinkes KBB Digeledah! Dokumen dan Barang Ini Disita

Sudrajat menyebutkan, hasil dari uji laboratorium akan dianalisis oleh tim yang menangani limbah B3 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Bila ditemukan zat berbahaya dalam sampel, maka tindakan hukum akan segera diambil.

“Kalau hasilnya positif mengandung bahan berbahaya, maka ini masuk kategori kejahatan ekosistem. Dampaknya bisa memusnahkan biota ikan di Sungai Cisadane,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat proses pengambilan sampel, sejumlah ikan terlihat berenang ke permukaan—perilaku yang dianggap tidak wajar.

“Biasanya ikan-ikan ini di dasar sungai, tapi sekarang justru naik ke permukaan. Ini bisa jadi tanda bahwa air telah tercemar zat asing,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga Kampung Sindangpala Kakap, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, melaporkan munculnya buih putih di aliran Sungai Cisadane yang diduga berasal dari pembuangan limbah industri.

Seorang warga bernama Imam menyampaikan kekesalannya terkait pencemaran yang menurutnya sudah berlangsung cukup lama tanpa penindakan.

“Di Bogor Barat ini, pembuangan limbah pabrik seakan bebas. Sudah lima tahun berjalan, tapi belum ada tindakan nyata,” katanya.

Baca Juga:Tindaklanjut Video Viral Bagi-Bagi Bir di Event Lari, Erwin : Siap Tanggung KonsekuensiHadiri Pelantikan Perwira Muda TNI-Polri 2025, Billy Martasandy Sampaikan Harapan untuk Generasi Tangguh

Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku ikan menjadi indikator awal terjadinya pencemaran.

“Ikan kecil sampai teler, yang besar pun kadang berenang ke pinggir. Kalau begini terus, ikan asli Cisadane bisa punah,” pungkas Imam.

0 Komentar