Apa itu Aphelion, Benarkah Jadi Penyebab Banyak Orang Tiba-tiba Sakit? 

Ilustrasi - Banyak orang sakit karena fenomena Aphelion (freepik)
Ilustrasi - Banyak orang sakit karena fenomena Aphelion (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena Aphelion yang sedang terjadi di bumi saat ini disebut-sebut sebagai penyebab banyak orang tiba-tiba sakit. Benarkah Aphelion sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan banyak orang?

Aphelion merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi saat Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbit elipsnya.

Fenomena ini terjadi setiap tahun, biasanya berlangsung selama bulan Juli. Dan titik puncak tahun ini terjadi pada 6 Juli 2025, di mana jarak Bumi dan Matahari sekitar 152,1 juta kilometer.

Baca Juga:Bantuan Dana Gratis Rp600.000 dari BSU Belum Cair Juga? Ini SolusinyaNaskah Khutbah Jumat Tentang Keberadaan Sound Horeg Bisa Jadi Sebuah Kezaliman

Ketika Bumi berada sangat jauh dari matahari, maka kondisi bumi akan sedikit lebih dingin dari biasanya. Namun tidak menyebabkan penurunan suhu drastis secara global. Hal ini karena musim ditentukan oleh kemiringan sumbu Bumi, bukan jarak ke Matahari.

Meski demikian, kondisi bumi yang lebih lembab ternyata memicu dampak tidak langsung terhadap tubuh manusia dan kesehatan tetap bisa terjadi, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Dilansir dari International Journal of Biometeorology dengan judul “Influence of solar radiation on human health”, beberapa hal akan terjadi pada tubuh manusia yang terdampak pada aphelion ini. Diantaranya :

1. Perubahan Intensitas Sinar Matahari

Meskipun jauh, di daerah tropis masih tetap panas, tapi intensitas sinar UV bisa berbeda. Bisa membuat tubuh lebih cepat lelah, kulit terbakar, atau dehidrasi ringan.

2. Perubahan Pola Tidur dan Energi

Perubahan paparan cahaya alami dapat memengaruhi ritme sirkadian, menyebabkan:- Insomnia ringan- Kelelahan di siang hari- Konsentrasi menurun

3. Fluktuasi Tekanan Udara

Aphelion bisa bertepatan dengan musim kering atau pancaroba di beberapa tempat, memicu:- Asma kambuh- Alergi debu- Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)

4. Kulit Lebih Sensitif

Kelembapan bisa menurun saat musim kering berlangsung, menyebabkan:- Kulit kering dan gatal- Bibir pecah-pecah- Iritasi mata

Baca Juga:Peringati Hari Anak Nasional dan Hari Es Krim Sedunia, Joyday Bawa Edukasi Perlindungan Diri ke SekolahPerkuat Tatakelola Supervisi Proyek, Telkom Akses Luncurkan Aplikasi LENSA-PRO

Selain beberapa gangguan diatas, banyak juga dilaporkan muncul berbagai penyakit, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas), asma dan alergi debu, sakit kepala dan migrain (karena dehidrasi/tekanan udara),iritasi kulit atau eksim, infeksi mata (konjungtivitis ringan karena debu/kekeringan)

Tips Menjaga Kesehatan saat Aphelion

0 Komentar