Naskah Khutbah Jumat Tentang Keberadaan Sound Horeg Bisa Jadi Sebuah Kezaliman

ILUSTRASI - Keberadaan Sound Horeg di tengah Masyarakat.
ILUSTRASI - Keberadaan Sound Horeg di tengah Masyarakat.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena keberadaan Sound Horeg saat ini tengah ramai jadi kontroversi, meski sudah banyak mendapat kecaman, namun tetap eksis dan menjadi daya tarik bagi sebagian orang.

Sound Horeg adalah istilah baru yang viral tentang parade sound System dengan ukuran sangat besar dan menghasilkan suara yang tak kalah besar, bukan hanya suara, parade ini juga seringkali menghasilkan getaran karena dentuman suara yang besar hingga merusak rumah warga.

Bahkan di banyak video juga ditampilkan, bagaimana fasilitas umum harus dirusak demi parade sound horeg ini bisa lewat.

Baca Juga:Peringati Hari Anak Nasional dan Hari Es Krim Sedunia, Joyday Bawa Edukasi Perlindungan Diri ke SekolahPerkuat Tatakelola Supervisi Proyek, Telkom Akses Luncurkan Aplikasi LENSA-PRO

Fenomena ini akan dibahas dengan apik dalam naskah Khutbah Jumat yang di ambil dari laman islam.nu.or.id yang disampaikan oleh Ustadz Ajie Najmuddin, Pengurus MWCNU Banyudono Boyolali.

Berikut naskah khutbah Jumat tentang keberadaan Sound Horeg yang bisa menjadi sebuah Kezaliman:

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa mengingat akan segala anugerah yang telah dikaruniakan Allah swt kepada kita. Untuk kemudian kita syukuri dan gunakan di jalan kebaikan serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt.

Pada kesempatan ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Beribadah kepada Allah akan menjadi manifestasi ketakwaan kita, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya, “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah ayat 21)

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah Tidak bisa dipungkiri, manusia hidup di dunia dengan mengusung peradaban, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat dimaknai kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin dan juga hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa.

Baca Juga:Skutik Terlaris Honda BeAT dan Honda BeAT Street Tampil dengan Warna dan Striping TerbaruBenarkah Cacing Tanah Efektif Turunkan Demam dan Atasi Tifus? Ini Kata Jurnal  Kesehatan yang Menelitinya

Pun tiap manusia juga memiliki selera yang berbeda-beda yang terkadang menimbulkan permasalahan antara satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu, perlu adanya kesepakatan dalam hidup bersama ataupun hidup dalam bermasyarakat. Jangan sampai atas nama kebudayaan ataupun atas dasar selera tersebut, kemudian memperbolehkan kita untuk melakukan sesuatu yang berlebihan atau bahkan cenderung kepada mengganggu kepada orang lain.

0 Komentar