Mantan TNI AL Jadi Pasukan Bayaran Rusia, Kini Menyesal dan Minta Pulang: “Pak Prabowo, Tolong Saya!”

Mantan TNI AL Jadi Pasukan Bayaran Rusia, Kini Menyesal dan Minta Pulang: “Pak Prabowo, Tolong Saya!”
Mantan TNI AL Jadi Pasukan Bayaran Rusia, Kini Menyesal dan Minta Pulang: “Pak Prabowo, Tolong Saya!”
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL), Satria Arta Kumbara, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah video permintaan maaf dan pengakuannya viral di media sosial. Dalam unggahan yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, Satria mengaku tengah berada di medan perang Ukraina sebagai bagian dari pasukan bayaran Rusia. Kini, ia merengek minta pulang ke Indonesia dan berharap bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Kisah yang dramatis dan mengundang empati ini menyorot sejumlah isu krusial dari status kewarganegaraan, loyalitas terhadap negara, hingga konsekuensi atas keputusan fatal yang diambil oleh mantan prajurit diaspora.

Dalam video berdurasi beberapa menit itu, Satria menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri. Ia mengakui bahwa keputusannya bergabung dengan militer Rusia dilakukan tanpa pemahaman penuh mengenai konsekuensi hukum yang berat, termasuk pencabutan status kewarganegaraan Indonesia.

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Naik Meroket, Segram Tembus Rp1,94 Juta, Ini Rincian LengkapnyaSosok Ayah DJ Panda Giovanni Surya Saputra Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Siapa Hendrik?

“Mohon izin Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya, menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” ucapnya lirih.

Satria juga dengan tegas membantah anggapan bahwa dirinya telah berkhianat kepada Indonesia. Ia mengaku terpaksa mengambil jalan itu demi mencari nafkah dan mempertahankan hidup di tengah kesulitan ekonomi.

“Saya tidak pernah mengkhianati negara. Saya ke sini (Rusia) hanya untuk mencari nafkah. Cukuplah Allah sebagai saksi,” ungkapnya sambil menahan haru.

Dalam pernyataannya, Satria mengaku sangat menyesal karena telah kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sebuah identitas yang menurutnya tak tergantikan oleh apapun.

Ia pun memohon agar pemerintah Indonesia bersedia memfasilitasi pemutusan kontraknya dengan pihak militer Rusia dan mengembalikan status kewarganegaraannya.

“Mohon kebesaran hati Bapak untuk membantu mengakhiri kontrak saya tersebut, dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya untuk kembali ke Indonesia,” pintanya penuh harap.

Dalam pengakuannya, Satria menyatakan bahwa hanya Presiden Prabowo Subianto yang memiliki kekuatan dan otoritas untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.

0 Komentar