JABAR EKSPRES – Kota Bandung, kini telah dinobatkan menjadi salah satu daerah termacet di Indonesia menurut versi lembaga survei TomTom Traffic Index.
Meningkatnya jumlah kendaraan dan menyempitnya kapasitas atau ruang jalan, kini menjadi salah satu alasan Kota Bandung dinobatkan sebagai daerah termacet di Indonesia mengalahkan Medan, Palembang, Surabaya, bahkan Jakarta.
Menanggapi hal ini, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jabar, mengaku bahwa pihaknya akan berupaya menuntaskan hal tersebut dengan berbagai cara yang akan dilakukannya.
Baca Juga:PPPK Bandung Barat Keluhkan Tunjangan Belum Cair Sejak April 2025Dishub KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Wilayah Tertib Lalu Lintas Antar Jalan
“Ada beberapa kegiatan yang akan kami optimalkan, yang pertama peningkatan ruas ruang (kapasitas) jalan. Karena kalau ruang jalan ini optimal, berjalan standar dan tidak terjadi gangguan, tentunya akan menjadi lancar (tidak terjadi kepadatan),” ucap Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Dodi Darjanto, Sabtu (19/7).
Menurut Dodi, peningkatan ruang atau kapasitas jalan, menjadi hal terpenting dalam menuntaskan kemacetan khususnya di Kota Bandung.
Sebab khususnya di Kota Bandung, kata Dodi sering dijadikan pasar tumpah di waktu tertentu sehingga dapat menyebabkan menyempitnya ruang atau kapasitas jalan tersebut.
“Jadi di mohon kepada pihak kepala pasar bisa diterbitkan pasar-pasar tumpah agar bisa lebih tertib lagi, sehingga kapasitas jalan bisa meningkat. Kemudian juga keberadaan sampah-sampah yang biasanya ada di depan pasar, itu juga agar bisa segera diangkat. Karena sampah-sampah yang ada di depan pasar itu, rata-rata menggunakan badan jalan, sehingga sangat membahayakan dan akan mengurangi kapasitas jalan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dalam menuntaskan hal tersebut juga, Dodi meminta kepada seluruh kendaraan khususnya dari luar kota, untuk tidak beristirahat di bahu jalan.
“Kadang-kadang karena capek, sehingga beristirahat di badan jalan baik di jalan arteri maupun bahu jalan tol. Itu juga kami harap di hindari, karena kalau memang akan beristirahat, diharapkan bisa menggunakan rest area atau kantung-kantung parkir yang telah disiapkan,” ungkapnya.
Maka dengan adanya upaya ini, Dodi berharap kemacetan khususnya di Kota Bandung dapat segera dituntaskan.
Baca Juga:Korupsi Rp3 Miliar, Dua PNS KBB Dicopot SementaraPesta Rakyat Berujung Maut, Total 30 Orang Menjadi Korban di Garut
“Nah kenapa kalau beristirahat di bahu jalan khususnya di tol, itu cukup membahayakan, yang pertama kalau malam jadi kurang terlihat dan bisa berpotensi tertabrak atau ditabrak orang lain dari belakang, yang kedua kapasitas jalan tentunya akan berkurang pada saat terjadi kepadatan.
