JABAR EKSPRES – Sejumlah penyesuaian mulai dilakukan SMK/SMA di Kota Bandung akibat terdampak kebijakan 50 siswa per rombongan belajar (rombel). Di antaranya seperti penambahan sarana prasarana di ruangan kelas hingga strategi belajar mengajar.
Wakil Kepala SMAN 19 Bandung, Iqbal Issaghozi tidak menampik bahwa hal tersebut sedikit banyak memberi dampak terhadap kegiatan belajar para siswa minggu depan. Lantaran peserta didik baru tahun ini, mengalami penambahan jumlah siswa.
“Biasanya kami menerima 36 siswa per satu rombel, tapi dengan adanya PAPS (Pencegahan Anak Putus Sekolah) kami menambah per rombel tuh ada 10 orang. Jadi sekarang ada yang 46 dan 47 siswa per kelas,” ungkap Iqbal kepada Jabar Ekspres di SMAN 19 Kota Bandung, Kamis (17/7).
Baca Juga:Tim Gabungan Bongkar Peredaran Puluhan Ribu Rokok Ilegal di Ngamprah!Kebijakan Rombel Sekolah Negeri, Orang Tua Siswa Khawatir Ini Berdampak pada Kualitas Pembelajaran
Dia menambahkan, pembelajaran kelas 10 nanti dengan kondisi jumlah siswa yang makin banyak itu, tak menutup kemungkinan bakal membebani guru. Lantaran jumlah siswa tidak sesuai dengan rasio tahun-tahun sebelumnya.
Jadi, lanjutnya, para guru bakal berusaha sebisa mungkin supaya materi masih bisa terserap oleh siswa. Ruang kelas pun dinilai lebih padat karena berisi 40-an lebih siswa.
“(Ruang kelas) yang biasa hanya menampung 30 orang, ini lebih. Jadi harus lebih mengkondisikan agar fit dan bisa tersampaikan ke siswa banyak,” lanjut Iqbal.
Sementara itu, perihal bantuan dari Pemprov Jabar, pihaknya mengaku sudah mendapat informasi perihal bentuk bantuan seperti penambahan kursi dan meja. Namun hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait tepatnya fasilitas tersebut tiba.
Menurutnya penyesuaian menunjang kegiatan belajar mengajar sudah dari jauh-jauh hari dilakukan SMAN 19 Kota Bandung. Mulai dari pelatihan intensif hingga pembekalan pembelajaran bagi para guru.
“Mengatasi jumlah siswa yang lebih banyak. Sudah dibekali pengawas bagaimana mengatasi jumlah dan materi dengan pembelajaran mendalam supaya siswa akan sadar tentang pembelajaran. Insyaallah kita harus mau tidak mau menyesuaikan,” tandasnya.
Di lain tempat, Panitia SPMB SMKN 3 Bandung, Irfan Nur Muttaqin membenarkan, dampak dari pelaksanaan program PAPS, tidak jauh perihal penambahan jumlah siswa. Semula per rombel maksimal 36, saat ada penambahan jumlah siswa hingga menyentuh 40-an siswa.
