Terdampak Kebijakan 50 Siswa per Rombel, Sekolah di Bandung Lakukan Penyesuaian

Terdampak Kebijakan 50 Siswa per Rombel, Sekolah di Bandung Lakukan Penyesuaian
Pelajar menyaksikan penampilan demo ektrakurikuler saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SMK Negeri 3 Bandung, Kamis (17/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Namun, kata Irfan, pihaknya tidak mampu memenuhi kuota 50 siswa. Lantaran mesti menyesuaikan dengan kondisi ruang kelas di SMKN 3 Kota Bandung. Jadi dibatasi hanya sampai 40-an siswa.

“Akhirnya setelah melihat kondisi kelas yang kemampuan daya tampung segitu, yang awalnya 36 ada tambahan menjadi 40. Jadi misalkan disebut berimbas, ya berimbas. Penambahan siswa otomatis membuat sesak kelas,” jelas Irfan.

“Cuman yang jadi persoalan mungkin karena lebih ke siswanya, karena melalui jalur lain. Mudah-mudahan yang masuk melalui jalur tersebut tidak menjadi berkecil hati, toh ini program resmi jangan sampai punya rasa seperti itu,” sambungnya.

Baca Juga:Tim Gabungan Bongkar Peredaran Puluhan Ribu Rokok Ilegal di Ngamprah!Kebijakan Rombel Sekolah Negeri, Orang Tua Siswa Khawatir Ini Berdampak pada Kualitas Pembelajaran

Irfan memastikan, pihaknya mampu lakukan penyesuaian apabila ada tambahan siswa. Pemahaman tentang PAPS pun sudah diberikan kepada guru. Jadi pihaknya telah memberi pemahaman supaya tidak ada salah persepsi.

“Guru juga harus bisa menyesuaikan, arahan dari kepala sekolah juga bilang jangan selalu berpatok dalam kelas. Kita bisa memanfaatkan seluruh area sekolah untuk kegiatan belajar. Silahkan juga bisa kolaborasi antara guru,” pungkasnya. (Nizar)

0 Komentar