MPLS di Bogor Bakal Libatkan TNI-Polri, Pastikan Tak Ada Militerisasi? 

MPLS di Bogor Bakal Libatkan TNI-Polri, Pastikan Tak Ada Militerisasi? 
Ilustrasi: Sejumlah siswa mengikuti kegiatan MPLS di SMAN 1 Cimahi. (Dok. Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Bogor yang akan digelar pada Senin, 14 Juli 2025, bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melibatkan TNI dan Polri dalam pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor.

Langkah ini diambil untuk memperkuat kedisiplinan dan pembentukan karakter siswa di awal tahun ajaran baru.

Baca Juga:Keroyok Warga Kota Bandung, Empat Pendekar Silat asal Jatim Dibekuk PolisiProgram Gubernur Diadaptasi Serius di Daerah, Kadinsos Cimahi Turun Langsung Temui ‘Indung’

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Dinas Pendidikan Kota Bogor-Kota Depok, Chendra Siswandi, menjelaskan, keterlibatan aparat militer dan kepolisian ini merupakan bagian dari program Pancawaluya yang berorientasi pada pendidikan karakter.

“MPLS adalah momen penting bagi siswa baru untuk memahami kedisiplinan sejak hari pertama di sekolah,” ungkapnya.

TNI dan Polri akan mengisi sejumlah sesi dalam MPLS dengan materi yang relevan untuk membentuk karakter siswa.

Adi Maulana, Kasubag Tata Usaha KCD Pendidikan Wilayah I Kabupaten Bogor, mengatakan, kehadiran aparat bukan hanya untuk memberikan materi kedisiplinan, tetapi juga untuk mengedukasi siswa tentang isu-isu penting seperti bahaya narkoba dan ketahanan negara.

“Misalnya, Polisi akan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, sementara TNI atau Babinsa akan mengingatkan tentang pentingnya ketertiban dan jam malam,” kata Adi.

Namun, ia menekankan bahwa keterlibatan TNI dan Polri tidak akan berlangsung setiap hari dan tetap akan disesuaikan dengan jadwal sekolah masing-masing.

Menurut Chendra, tujuan utama melibatkan TNI dan Polri adalah untuk menumbuhkan kedisiplinan yang lebih tinggi di kalangan siswa baru.

Baca Juga:TP-PKK Kabupaten Bogor Mantapkan Sinergi, Pokja IV Fokus Isu Kesehatan dan LingkunganMeski Didiskon 80 Persen, Pemkot Banjar Sebut Kadin Run Fest 2025 Masih Belum Bayar Pajak Tiket!

“Kami ingin karakter siswa baru lebih terbangun dengan nilai-nilai disiplin, ketertiban, dan cinta tanah air,” tambahnya.

Meskipun adanya kekhawatiran terkait isu “militerisasi” dalam pendidikan, baik Chendra maupun Adi memastikan bahwa kegiatan ini tidak akan berfokus pada pelatihan militer.

“Tidak ada yang militeristik. Mereka hanya akan memberikan materi yang relevan untuk membangun kedisiplinan dan menghindari kenakalan remaja,” pungkasnya. (SFR)

0 Komentar