JABAR EKSPRES – Sosok yang dulu dikenal luas di industri film dewasa Jepang, Rae Lil Black, kini viral mencuri perhatian publik bukan karena kontroversi melainkan karena kisahnya yang menyentuh hati.
Wanita berusia 28 tahun ini secara terbuka menyatakan bahwa ia telah memeluk agama Islam, membuka lembaran hidup baru yang jauh berbeda dari masa lalunya.
Keputusan Rae untuk menjadi mualaf disambut haru oleh banyak pengikutnya di media sosial.
Baca Juga:Penerima PIP Juli 2025 Dapat hingga Rp1,8 Juta Langsung ke Rekening, Cek Nama Kamu SekarangOppo Reno 14 Series Segera Hadir di Indonesia, Cek Dulu Spesifikasi dan Harga Sebelum Beli
Tak hanya mengucap syahadat, ia juga mulai menjalani kewajiban sebagai muslimah, termasuk berpuasa Ramadan untuk pertama kalinya pada tahun 2025.
Dalam sebuah unggahan video TikTok @raelilblack.official yang viral pada awal Maret, Rae terlihat mengenakan mukena dan berkata dengan penuh semangat bahwa ia baru saja melaksanakan salat Subuh dan siap menjalani Ramadan pertamanya.
“Saya sangat senang. Ini adalah hari pertama saya menjalani puasa Ramadan dalam hidup,” ucap Rae dalam video tersebut saat Ramadhan 2025.
Nama Baru Nuray Istiqbal, Namun Tetap Gunakan Rae Lil Black di Medsos
Meski telah memeluk Islam, Rae tetap mempertahankan nama lamanya di media sosial.
Menurut pengakuannya, hal ini dilakukan agar masyarakat luas mengetahui transformasi yang ia jalani dan tidak keliru mengira akun palsu jika namanya diganti sepenuhnya.
Namun, ia menegaskan bahwa nama muslimah barunya adalah Nuray Istiqbal, sebagai simbol kehidupan baru yang lebih bermakna.
“Saya tidak menyembunyikan masa lalu, tapi saya juga tidak mempromosikannya. Saya ingin orang tahu bahwa saya kini seorang muslimah,” jelas Rae.
Baca Juga:Penjualan Mobil Juni 2025 Turun, Tapi Merek Ini Justru Naik DaunHasil Seleksi Diumumkan, Cek Jadwal Daftar Ulang SPMB Bandung Disini
Dari Buddhisme ke Katolik hingga Islam
Dalam wawancara bersama Haji Kyoichiro Sugimoto, seorang mualaf Jepang yang juga penerjemah Al-Qur’an, Rae mengungkapkan bahwa dirinya sempat hidup tanpa keyakinan.
Ia tumbuh di keluarga beragama Buddha dan mengenyam pendidikan Katolik selama satu dekade.
Namun, tidak satu pun keyakinan tersebut benar-benar memberikan jawaban yang ia cari.
“Saya membaca Alkitab selama 10 tahun. Tapi saya masih merasa kosong,” ujar Rae.
Setelah melalui pergolakan batin dan masa-masa sulit, termasuk mengalami depresi, Rae akhirnya menemukan kedamaian dalam Islam.
