Pemkot Bandung Pastikan Teras Cihampelas Tidak Dibongkar, Hanya Perlu Perbaikan? 

Pemkot Bandung Pastikan Teras Cihampelas Tidak Dibongkar, Hanya Perlu Perbaikan? 
Warga mengunjungi kios pedagang di Teras Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (9/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Teras Cihampelas, ikon wisata belanja sekaligus ruang publik modern di atas Jalan Cihampelas, kembali menjadi sorotan.

Isu tentang kemungkinan pembongkarannya sempat ramai diperbincangkan publik, terutama setelah munculnya berbagai kritik terkait kondisi fisik dan dampak lingkungan dari keberadaan struktur unik ini.

Namun dalam hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Teras Cihampelas tidak bakal dilakukan pembongkaran dalam waktu dekat. Fokus saat ini adalah pembenahan menyeluruh dari sisi struktur bawah dan sistem drainase.

Baca Juga:Rumah di Cibabat Rusak Akibat Tanah Bergerak, BPBD Tegaskan Masuk Golongan LongsorLatihan Kepemimpinan PPP, Modal Bangkit dari Ketiadaan Kursi di Parlemen

Farhan menyebut, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengenai masa depan Teras Cihampelas. Hasilnya, tidak ada arahan untuk membongkar, melainkan justru mendorong Pemkot Bandung untuk melakukan pemeliharaan secara konsisten.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Pak Gubernur. Pak Gubernur hanya memastikan bahwa Pemerintah Kota Bandung, satu, bisa menjaga dengan baik; dua, konsisten menjaga dengan baik. Termasuk artinya nanti di akhir masa jabatan, saya harus menyerahkan Teras Cihampelas dalam keadaan yang baik,” ujar Farhan, Rabu (9/7).

Farhan menekankan bahwa tantangan utama bukan pada tampilan atas jembatan atau fasilitas wisata yang ada di sana, melainkan justru pada bagian struktur bawah yang selama ini tidak banyak disorot publik.

Teras Cihampelas atau yang dikenal juga sebagai Skywalk ini mendapat perhatian karena menjadi salah satu proyek revitalisasi ruang publik pertama yang memanfaatkan ruang udara jalan raya. Namun keberadaan puluhan tiang pancang yang menopang jembatan pejalan kaki tersebut ternyata menimbulkan masalah baru.

“Teras Cihampelas itu tidak cuma atasnya yang harus dibereskan. Yang paling penting adalah bawahnya, karena tiang-tiang itu ditanam ke bawah dan banyak merusak tali air. Itu mengkhawatirkan karena air yang turun di dalam Cihampelas akhirnya tidak masuk ke gorong-gorong,” jelas Farhan.

Kondisi ini diperparah ketika hujan deras mengguyur kawasan Cihampelas. Aliran air yang tersumbat berpotensi menyebabkan genangan bahkan banjir lokal, serta masuk ke kawasan pemukiman padat. Dalam jangka panjang, ini dapat menimbulkan kerusakan infrastruktur lingkungan dan menurunkan kualitas hidup warga sekitar.

0 Komentar