Tak Sekadar Bantuan Logistik, Sentra Abiyoso Siapkan Hunian Sementara dan Pendampingan Menyeluruh bagi Korban

Sentra Abiyoso saat Melakukan Asesmen pada Korban Kebakaran di Kabupaten Bandung (Dok Humas Sentra Abiyoso Cim
Sentra Abiyoso saat Melakukan Asesmen pada Korban Kebakaran di Kabupaten Bandung (Dok Humas Sentra Abiyoso Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Kampung Lebak Jati RT 005 RW 007, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, tak hanya menyebabkan satu keluarga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mengancam keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi menyiapkan penanganan menyeluruh, mulai dari hunian sementara, bantuan kebutuhan dasar, layanan psikososial, hingga program pemberdayaan ekonomi.

Intervensi tersebut dilakukan setelah tim Sentra Abiyoso melaksanakan asesmen terhadap keluarga Ayat, pemilik rumah yang ludes terbakar pada Sabtu (1/8/2026). Asesmen dilakukan untuk memetakan kebutuhan mendesak sekaligus menyusun langkah pemulihan dalam jangka panjang.

Baca Juga:Baru Bertugas di Tasikmalaya, Kapolres Ade Papa Rihi Awali Tugas dengan Safari ke Kiai PesantrenBandung Family Connect 2026 Tekankan Peran Orang Tua Cetak Generasi Berkarakter dan Siap Hadapi Masa Depan

Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, Sri Harijati, melalui Pekerja Sosial Sentra Abiyoso, Anisa Nurjannah, menjelaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada penyaluran bantuan logistik, tetapi juga diarahkan untuk memastikan keluarga korban dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Kami memberikan bantuan ATENSI berupa kebutuhan dasar, pakaian, perlengkapan rumah tangga, termasuk penempatan sementara agar satu keluarga tetap berada dalam satu ruangan. Kami juga melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis korban serta memberikan layanan pemulihan mental,” ujar Anisa kepada awak media di Sentra Abiyoso Cimahi, Jalan Kerkof No.21, Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (4/8/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB saat seluruh penghuni rumah tengah tertidur. Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari korsleting listrik yang memicu kobaran pada bagian atap rumah.

Anak Ayat, Anis Saroh (33), yang saat ini tercatat sebagai peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 16 Jalak Harupat, menjadi orang pertama yang mengetahui munculnya api. Ia kemudian membangunkan anggota keluarga lainnya sehingga seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api membesar.

Warga sekitar kemudian bergotong royong berupaya memadamkan api sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Hasil asesmen menunjukkan rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga dengan total tujuh orang. Bangunan beserta hampir seluruh harta benda habis dilalap api. Meski demikian, sejumlah dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga masih berhasil diselamatkan.

0 Komentar