JABAR EKSPRES – Kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bukan sekadar rutinitas tahunan bagi peserta didik baru.
Lebih dari itu, MPLS adalah momen untuk menciptakan kesan pertama yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan budaya dan karakter sekolah.
Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk menghadirkan kegiatan MPLS yang tidak hanya informatif, tetapi juga seru, kreatif, dan membangun semangat belajar.
Baca Juga:Sudah Masuk Kemarau Tapi Hujan Bulan Juli Masih Deras? Ternyata ini PenyebabnyaBansos PKH BPNT 2025 Sudah Cair? Cek Jadwal Terbaru dan Pantau Status Penerima Disini
Contoh Kegiatan MPLS Seru dan Edukatif
Berikut ini adalah deretan contoh kegiatan MPLS seru dan edukatif yang bisa diterapkan di jenjang SD, SMP, hingga SMA.
1. Sesi Konseling Cerita dan Empati
Untuk siswa SD, kegiatan ini bisa berbentuk cerita berantai mengenai perasaan menjadi murid baru.
Guru BK atau wali kelas memandu sesi yang santai namun membangun rasa saling dukung di antara siswa baru.
2. Pameran Ekstrakurikuler Interaktif
Agar siswa baru lebih antusias, sekolah bisa membuat booth ekstrakurikuler layaknya expo mini.
Setiap ekskul memamerkan prestasi dan aktivitas menariknya untuk menggaet minat peserta didik baru.
3. Diskusi Terbuka Sesuai Jenjang
Ajak siswa terlibat dalam diskusi ringan:
- SD: Diskusi dengan media cerita bergambar
- SMP: Obrolan santai soal cita-cita dan sekolah impian
- SMA: Sharing tentang harapan dan pengalaman belajar
4. Tur Interaktif Keliling Sekolah
Buat kegiatan menjelajah sekolah lebih menyenangkan dengan konsep “misi teka-teki” di tiap sudut sekolah.
Siswa diajak mengenal ruangan sambil menyelesaikan tantangan seru.
5. Petualangan Mengenal Fasilitas
Baca Juga:Oppo A5i Pro Resmi Rilis di Indonesia, Berikut Spesifikasi dan HarganyaASIK! Dapat Saldo DANA Gratis Rp250 Ribu Cuma Isi Survei di Aplikasi ini
Alih-alih hanya menunjuk fasilitas, ajak siswa menjelajah sambil bermain kuis atau permainan tanya-jawab tentang perpustakaan, lab, aula, hingga UKS.
6. Simulasi Tanggap Darurat Bencana
Selain edukatif, kegiatan ini juga menanamkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, seperti gempa atau kebakaran.
Aktivitas ini bahkan dianjurkan dalam Permendikbud tentang penguatan karakter siswa.
7. Pengenalan Area Rawan Bahaya
Sampaikan informasi soal lokasi-lokasi rawan kecelakaan seperti tangga licin atau area teknis, agar siswa baru lebih waspada saat beraktivitas.
8. Orientasi Teknologi Digital
Siswa diperkenalkan dengan alat bantu belajar digital seperti komputer sekolah, platform pembelajaran daring, sekaligus diajarkan etika dan keamanan berinternet.
9. Pemaparan Tata Tertib Sekolah
