JABAR EKSPRES – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 799 kasus. Dari jumlah tersebut satu orang diantaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Nurul Rasihan, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus terjadi pada awal tahun dan cenderung mengalami penurunan pada pertengahan tahun.
“Pada Januari terdapat 189 kasus, Februari 152 kasus, dan Maret 145 kasus. Kemudian pada April turun menjadi 127 kasus, Mei 140 kasus, dan Juni sebanyak 46 kasus. Satu kasus kematian terjadi pada bulan Juni,” ujar Nurul saat dikonfirmasi pada Jumat (4/7/2025).
Baca Juga:Tegaskan Takkan Rekrut Pemain Naturalisasi, Bojan Hodak Ungkap Persib Sudah Full Skuad!Rodrygo Tak Lagi Aman di Madrid, PSG Siap Selamatkan Karier Sang Winger
Menurut Nurul, terdapat tiga kecamatan yang mencatat angka tertinggi kasus DBD sepanjang tahun ini. Kecamatan Cililin menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni 125 kasus, disusul Cihampelas dengan 91 kasus, dan Cipongkor sebanyak 83 kasus.
Jika dilihat dari jenis kelamin, lanjut dia, kasus DBD di KBB tahun ini lebih banyak dialami oleh perempuan. Dari total 799 kasus, sebanyak 408 di antaranya adalah perempuan, sementara laki-laki tercatat sebanyak 391 kasus.
“Memang jika dilihat secara keseluruhan, kasus DBD di Bandung Barat cenderung menyerang perempuan. Namun perbedaannya tidak terlalu signifikan,” jelas Nurul.
Sementara itu, berdasarkan kelompok umur, masyarakat usia produktif yakni 15 hingga 44 tahun menjadi kelompok yang paling rentan terkena DBD. Dari data yang dihimpun Dinkes KBB, tercatat sebanyak 358 kasus berasal dari kelompok umur tersebut.
“Untuk usia di bawah 1 tahun ada 10 kasus, usia 1 sampai 4 tahun sebanyak 77 kasus, dan usia 5 sampai 14 tahun sebanyak 193 kasus. Sedangkan kelompok usia 15 sampai 44 tahun mencapai 358 kasus, dan usia di atas 44 tahun sebanyak 161 kasus,” rinci Nurul.
Selain DBD, Dinkes KBB juga mencatat adanya penyebaran penyakit yang juga dibawa oleh nyamuk, yakni Chikungunya. Hingga Juli 2025, sebanyak 99 kasus Chikungunya telah terkonfirmasi.
Penyakit ini menunjukkan gejala yang mirip dengan DBD, seperti demam tinggi dan nyeri sendi, namun berbeda secara penyebab dan penanganan.
Baca Juga:Duka Mendalam di Anfield, Diogo Jota Tewas dalam Kecelakaan TragisTepati Janji, Taj Yasin Serahkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir di Demak
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut. Nurul menekankan pentingnya menerapkan program 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
