JABAR EKSPRES – Wacana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih kembali menuai kritik. Salah satu yang menyoroti usulan tersebut adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah.
Sebagai anggota Komisi V DPRD Jabar yang membidangi urusan kesehatan, pendidikan, dan sosial, Maulana menilai bahwa perubahan nama tersebut tidak memiliki urgensi di tengah banyaknya persoalan mendasar di sektor kesehatan Jawa Barat.
“Penggantian nama rumah sakit memang merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun, kebijakan tersebut seharusnya memiliki urgensi (kepentingan mendesak) yang jelas dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya, Selasa (2/7).
Baca Juga:Bandung Resmi Punya 2 Klub di Liga 1, Tapi Persib Terusir dari Sidolig!Ambisi Inter Miami Perpanjang Kontrak Messi
Maulana mempertanyakan alasan di balik prioritas terhadap aspek simbolik, sementara persoalan layanan kesehatan masih menumpuk.
“Kita tidak menyoal soal kewenangan. Tapi, mengganti nama RSUD Al Ihsan di saat banyak persoalan kesehatan yang lebih mendesak itu menunjukkan ketidak tepatan prioritas,” bebernya.
Legislator dari Fraksi PKB itu menyebut, hingga kini keluhan masyarakat terhadap pelayanan RSUD masih tinggi. Di antaranya mencakup antrean pasien yang panjang, terbatasnya fasilitas rawat inap, kekurangan tenaga medis, hingga kurangnya alat medis yang memadai.
Menurut Maulana, hal-hal semacam itu seharusnya dapat lebih dulu diprioritaskan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), alias menjadi perhatian utama dan bukan malah fokus ke perubahan nama.
“RSUD itu bukan soal nama, tapi soal nyawa. Di saat masyarakat masih kesulitan mendapatkan layanan yang layak, apakah pantas kita justru sibuk mengurus soal nama?,” tegasnya.
Maulana juga menyoroti dampak administratif dan finansial dari perubahan nama rumah sakit, yang diusulkan oleh orang nomor satu di Provinsi Jabar yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
“Saya menilai, proses penggantian nama akan berdampak pada banyak aspek teknis, seperti perubahan sistem informasi rumah sakit, pembaruan dokumen legal, surat-menyurat, papan nama, hingga publikasi dan sosialisasi ulang kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:RSUD Cibabat Jadi Sorotan, Audit Besar-Besaran Dimulai!Manchester United Sulit Jual Alejandro Garnacho, Strategi Tukar Tambah Jadi Pilihan?
Ia menilai, penggantian nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih cukup menimbulkan banyak perosalan baru, yang berpotensi memperlambat layanan kesehatan.
