AS Pertimbangkan Perpanjangan Penangguhan Tarif Resiprokal Selama 90 Hari

AS Pertimbangkan Perpanjangan Penangguhan Tarif Resiprokal Selama 90 Hari
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/pch.vector)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang untuk memperpanjang masa penangguhan tarif resiprokal selama 90 hari yang dijadwalkan berakhir pada 9 Juli, menurut pernyataan Gedung Putih pada Kamis (26/5).

Kemungkinan ini muncul seiring kedatangan negosiator utama Jepang di Washington untuk melanjutkan pembicaraan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa batas waktu tersebut bukanlah sesuatu yang mutlak. Ia menjelaskan bahwa Presiden Trump memiliki wewenang untuk menentukan kesepakatan atau memilih tingkat tarif resiprokal yang menurutnya paling menguntungkan bagi Amerika Serikat, terutama jika negara-negara mitra belum mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu.

Baca Juga:Yuko Kuroki Pertahankan Gelar Juara Dunia Kelas Minimum WBA Usai Kalahkan Nanako SuzukiShannon Evans Bawa Satria Muda Taklukkan Prawira di Game 1 Playoff IBL 2025

“Presiden bisa saja memberikan kesepakatan kepada negara-negara tersebut jika mereka menolak membuat kesepakatan kepada kami sebelum batas waktu, dan itu berarti presiden dapat memilih tingkat tarif timbal balik yang menurutnya menguntungkan bagi Amerika Serikat,” kata Leavitt.

Saat ditanya mengenai kemungkinan perpanjangan, Leavitt menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden. Hal ini disampaikan di tengah upaya sejumlah mitra dagang utama AS, termasuk Jepang, yang masih bernegosiasi untuk mendapatkan keringanan atas tarif yang lebih tinggi yang diberlakukan sejak awal masa jabatan Trump.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa masa penangguhan bisa diperpanjang apabila para mitra dagang menunjukkan itikad baik dalam proses negosiasi. Ini menjadi pernyataan terbuka pertama dari pejabat tinggi pemerintahan mengenai fleksibilitas kebijakan tarif Trump.

Kedatangan negosiator Jepang, Ryohei Akazawa, ke Washington menandai putaran ketujuh dari perundingan tarif di tingkat menteri, yang kemungkinan besar akan berlangsung bersama Bessent dan Lutnick hingga Sabtu.

Kunjungan ini dilakukan setelah pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dan Presiden Trump di sela KTT G7 di Kanada minggu lalu tidak menghasilkan kesepakatan tarif yang konkrit.

0 Komentar