JABAR EKSPRES – Dugaan pencemaran Sungai Cihaur di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tak hanya mengubah warna air menjadi merah dan berbusa, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas warga yang menggantungkan hidup dari sungai.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga di lokasi, aliran Sungai Cihaur kerap muncul berwarna merah dan dipenuhi busa. Bau menyengat juga tercium dari aliran sungai yang bermuara ke Waduk Saguling tersebut.
Limbah cair diduga mengalir dari sebuah saluran pembuangan berukuran besar yang berada tepat di sisi sungai. Cairan berwarna merah tampak keluar dari saluran yang tertanam di bawah tanah sebelum bercampur dengan aliran Sungai Cihaur.
Baca Juga:Sembilan Tahun Berkembang, Tesavara Beranjak dari Gaya Remaja ke Fashion yang Lebih DewasaBukan Sekadar Bantuan, Program SUJUD Polres Tasikmalaya Dorong Pesantren Jadi Basis Ketahanan Pangan
Warga menyebut kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Pencemaran dengan karakteristik berbeda disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan terkadang disertai aliran limbah bersuhu panas hingga menimbulkan kepulan seperti asap.
Didin (50), warga yang juga berprofesi sebagai petani di sekitar bantaran Sungai Cihaur, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 25 tahun.
“Sudah sekitar 25 tahun limbah masuk ke sini. Beberapa kali petugas Satgas datang meninjau, kemudian lokasi pembuangannya dipindahkan. Tapi sekarang muncul lagi seperti ini, airnya berbusa,” kata Didin saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Didin, dirinya tidak mengetahui secara pasti sumber limbah tersebut. Namun, informasi yang beredar di tengah warga menyebut limbah diduga berasal dari aktivitas industri pencelupan kain.
“Warnanya kadang merah, hitam, atau putih. Beberapa tahun lalu juga pernah sampai mengeluarkan seperti asap,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi sungai biasanya terlihat lebih baik pada waktu tertentu, terutama ketika akhir pekan atau saat terdapat aktivitas pengambilan sampel air oleh pihak perusahaan.
“Biasanya paling mending hari Minggu atau ketika petugas pabrik mengambil sampel air. Debitnya kecil dan busanya tidak ada. Setelah selesai, kondisinya kembali seperti ini,” tuturnya.
Baca Juga:Tesavara Resmi Rebranding, Usung Konsep Refined Label dengan Desain TimelessWalau Persib Kalah di Final Piala Presiden, Bobotoh Tasikmalaya Gembira Bawa Pulang Sepeda Listrik dari Polres
Pencemaran tersebut juga disebut berdampak terhadap kehidupan ikan di Sungai Cihaur. Didin mengatakan populasi ikan terus berkurang hingga hanya beberapa jenis yang masih mampu bertahan.
