Usai Insiden Kecelakaan yang Menimpa Turis Asal Brasil, Pemprov NTB Evaluasi Sistem Pendakian Gunung Rinjani

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri memberikan keterangan dalam konferensi pers bersama jajaran pemangku kebijakan tingkat daerah. (foto/ANTARA)
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri memberikan keterangan dalam konferensi pers bersama jajaran pemangku kebijakan tingkat daerah. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan melakukan evaluasi sistem pendakian di Gunung Rinjani setelah insiden kecelakaan yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memperbaiki regulasi terkait proses pendakian untuk turis luar dan domestik.

“Tentunya kami juga sudah sampaikan kepada keluarga korban, kami akan coba memperbaiki dari sisi regulasi terkait proses pendakian dari turis luar maupun domestik yang ada, agar Rinjani tentunya menjadi destinasi dunia,” kata Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti dikutip dari ANTARA, Kamis (26/6).

Baca Juga:Pendaki Asal Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi Tim GabunganAsap Putih hingga Hitam Mengepul, Menengok Mesin Pembakar Sampah DPRD Jabar

Pemerintah juga akan membuat regulasi risiko pendaki mengalami kecelakaan dengan berkoordinasi kepada para pihak terkait.

“Kami akan meminimalisir ini, kejadian ini tidak boleh terulang kembali. Jadi, saya harapkan dukungan dari media juga agar menyampaikan hal-hal ini agar menjadi perbaiki ke depannya,” ucapnya.

Tujuannya adalah untuk menjadikan Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata yang aman dan menarik bagi wisatawan.

Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meminimalisir kejadian serupa di masa depan.

Terkait evakuasi Juliana yang terjebak di jurang sedalam 600 meter dari titik di jalur Gunung Rinjani terkesan lamban, ia juga mengatakan bahwa hal tersebut bukan karena factor kesiapan dan kesigapan personel di lapangan, namun pengaruh cuaca yang buruk.

“Mohon dibantu agar bisa diluruskan pemberitaan yang mungkin salah, karena kita ketahui bersama yang kita dapatkan, tim langsung bergerak menuju ke lokasi, tetapi karena faktor cuaca dan geografis medan yang ada di Gunung Rinjani, yang berubah-ubah pada setiap waktu agak mempersulit evakuasi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, sejak pertama kali mendapatkan informasi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sudah meminta dukungan helicopter milik PT Amman Mineral melakukan evakuasi.

Baca Juga:Bupati Bogor Rudy Susmanto Lantik 53 Pejabat Eselon III dan IVPrioritaskan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkeu Salurkan Dana Desa Sebesar Rp37,38 Triliun

“Tetapi, itu tadi, kendala cuaca, kemudian Brimob, komandan Brimob langsung memimpin evakuasi bersama Basarnas. Itu adalah perjuangan semua pihak, keluarganya sangat memahami setelah melihat cuaca di Sembalun,” katanya.

Juliana terjatuh di lereng Gunung Rinjani terjadi pada Sabtu (21/6). Kemudian, pencarian dilakukan hingga jenazah ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (24/6) pada kedalaman 600 metr menuju lost know position (LKP).

0 Komentar