JABAR EKSPRES – Pakar Komunikasi Politik (Kompol ) Universitas Padjadjaran (Unpad) turut membaca sentilan yang dilakukan Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan kepada Sekda Herman Suryatman. Menurutnya, itu sudah pernyataan perang terbuka.
Kunto menguraikan, sentilan itu dilaksanakan di forum formal dan terbuka, yakni rapat Paripurna DPRD Jabar.
Di forum itu hadir para wakil rakyat dari berbagai fraksi, termasuk dihadiri masyarakat umum dan disiarkan secara langsung.
Baca Juga:Tarik Investor China, Kabupaten-Kota di Jateng Diminta Siapkan Konsep Sister CityGaungkan Isu Pelestarian Tanah, Dedie Rachim Dukung Kampanye Save Soil di Kota Bogor
“Artinya ini sudah tidak perang dingin lagi, tapi perang terbuka,” cetusnya kepada Jabar Ekspres, Rabu (25/6).
Kunto melanjutkan, sentilan itu juga menimpali sentilan yang dilakukan para wakil rakyat.
Dari kaca mata komunikasi politik, peristiwa ini bisa dibaca ada kepentingan politik, termasuk kepentingan partai. “Ini bukan lagi soal kerinduan,” sambungnya.
Masalah lain yang tertangkap dari peristiwa itu adalah kemungkinan adanya faktor Wakil Gubernur yang merasa tidak dihargai. Karena selama hadir mewakili Gubernur di Paripurna, Sekda Jabar tidak pernah ikut hadir.
“Ini juga masalah koordinasi. Pak Sekda merasa aman karena merasa dekat dengan Gubernur Dedi Mulyadi,” cetusnya.
Menurut Kunto, masalah ini tidak baik jika dibiarkan berlarut-larut. Sentilan ini perlu disikapi serius oleh Sekda. Ketidak harmonisan ini bisa mengganggu roda pemerintahan Dedi Mulyadi.
Kunto menilai Wakil Gubernur punya alasan kuat saat menyentil itu. Sehingga itu bukan soal kecemburuan karena kalah populer dalam kerja pemerintahan.
Baca Juga:Korupsi Bandung Smart City, Empat Anggota DPRD Kota Bandung Dijatuhi Vonis 4 Tahun PenjaraBank Mandiri Wujudkan Pengusaha Mandiri dari Purna PMI Lewat Program Bapak Asuh di Indramayu
Sebelumnya, Sekda Jabar Herman Suryatman menjawab sentilan Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan. Menurutnya itu bentuk kerinduan.
Hal itu diungkapkan saat dijumpai selepas Rapat Paripurna di DPRD Jabar, Senin (23/6). “Pak Gubernur kan juga sudah menjawabnya. Itu kan kerinduan, kangen,” katanya.
Herman melanjutkan, pihaknya juga bakal menghadap langsung ke Erwan. Hal itu dilakukan agar komunikasi berjalan harmonis.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menegaskan terkait pembacaan orang mengenai panggung politik. “Tidak ada (Cari panggung.red). Kami baik – baik saja,” bebernya.
Menurut Herman, gejolak yang terjadi bagian dari dinamika. “Ini kan bagian dialektika, romantika, ya kan. Justru indahnya pemerintahan pada saat ada dinamika,” cetusnya.(son)
